Suvarnabhumi

Saya teringat suatu siang di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok. Saya sedang mengantre di bagian imigrasi saat melihat seorang turis perempuan sedikit berdebat dengan petugas imigrasi yang sedang mengecek paspor dan visanya. Si bule perempuan itu rupanya berpergian bersama seorang kawan yang juga perempuan. Temannya mengantre di sebelah saya.

Menyimak pertukaran kata antara si bule dengan petugas imigrasi dan dengan temannya membuat saya tertegun dan terkesima sejenak di tengah antrean. Dua bule perempuan itu rupanya asal Makedonia dan hendak menuju Bangladesh. Mendengar dua nama negara itu, ada yang berdesir di hati saya. Ada semacam gairah yang siap meledak.

Makedonia dan Bangladesh adalah dua negara yang tak terlalu sering disebut di website pariwisata, juga di Twitter, dan dimana pun. Bahkan beberapa gelintir orang tak tahu dimana letak Makedonia dan Bangladesh. Tapi bagi sebagian orang, kedua negara itu justru menarik karena jarang disorot. Saya adalah bagian dari sebagian orang itu.

Saya akhirnya mendapat giliran diperiksa. Paspor saya dicek sebelum saya dipersilakan ke ruang tunggu. Saat saya pergi, si bule masih berurusan dengan imigrasi. Saya lantas berjalan menjauhi kerumunan di bagian imigrasi. Sambil melangkah, kepala saya membayangkan rupa Makedonia dan Bangladesh. Suatu hari saya ingin mengunjungi keduanya.

Advertisements