Academic Playlist

Hari-hari ini saya mendengar Bob Dylan lagi. Saya jadi teringat masa-masa menulis skripsi. Dylan adalah suara yang berdengung di telinga saya ketika menulis kalimat-kalimat manis yang berakhir jadi toga di Balairung. Saya masih ingat betul malam-malam panjang itu. Ketika saya terjaga hingga jam 3, 4 subuh demi mengerjakan skripsi, lagu-lagu Dylan yang menemani saya melewati skripsi yang kejam.

Setiap mendengar Dylan saya selalu mengingat skripsi. Padahal, momen terenak untuk Dylan adalah saat menyetir mobil tua bapak saya, terlebih di sore hari di jalanan Jakarta Selatan yang macet. Di saat-saat itu, musik Dylan akan menjelma nasihat dari jauh untuk santai sajalah. Dan saya akan baik-baik saja melalui macet yang jahanam.

Lain skripsi, lain tesis. Saat menuntaskan tesis, dua andalan saya adalah The Head & The Heart dan Gregory Alan Isakov. Youtube atau Spotify saya akan diisi mereka saat menulis omong kosong akademis di utara sana, saat musim gugur menjelma kerinduan akan rumah, dan saat pulang adalah bayangan akhir pekan yang sangat melenakan.

Biasanya, saat memutar Isakov, saya akan memilih “Amsterdam” sebagai lagu pertama. Setelahnya, saya akan membiarkan algoritma bekerja untuk saya, sedang saya bekerja entah untuk siapa. Mudah-mudahan untuk diri sendiri. Seperti Dylan, THTH dan Isakov akan mengingatkan saya akan Wageningen yang murung, bersama bayangan-bayangan perpustakaan, ruang-ruang dan komputer-komputer yang saya pakai untuk tesis, danĀ lunch breakĀ yang sedap di kala bekerja.

Semoga ada kesempatan menemukan andalan lain nanti di kala…. disertasi?

Advertisements