meracau seperti biasa di tengah malam

Ketika ada yang patah, kita meminjam doa dari seberang. Dari lorong-lorong yang kesepian di kota. Orang-orang menabrak dinding dan merampas es krim dari tangan anak kecil. Kita bernyanyi tentang dosa-dosa kecil, lalu pergi ke tiang untuk kencing di trotoar. Hari-hari ini, debu membasuh kita, memandikan kita dengan kenyataan yang mungkin tak beraturan. Ia seperti puisi yang prematur, ia seperti prosa yang tak ingin ditulis.

Besok kita akan berangkat ke nestapa. Mendaki bukit-bukit yang diisi dengan air mata, dipupuki dengan rapalan doa yang tak sampai. Tuhan sedang sibuk hari ini, silakan kembali lagi besok. Orang menangisi hari yang terlanjur panas dan malam yang basah oleh hujan. Dua puluh ribu rupiah jatuh di jalan dan kita membeli sepotong kebahagiaan di pinggir taman. Duduk kita di bawah bulan yang kian meng-oranye. Membentuk nostalgi tentang Belanda.

Mendung siang memberi kita tenaga untuk meludahi buku-buku yang kecoklatan. Klasik tak lagi dibaca, masa depan tak lagi dipercaya. Cuma hari ini. Selebihnya adalah bayangan yang jauh. Seorang perempuan jatuh sakit disana. Baiknya kita mengirim doa ke sebuah kotak pos di Utrecht, bukan? Lalu menggelar sajadah panjang dari Jakarta Raya hingga Gelderland, agar kita bisa berbagi pesta yang sederhana. Tanpa alkohol dan mariyuana.

Barangkali, do(s)a adalah semacam bahasa yang tak kita mengerti. Kita membacanya dengan gemetar, dengan kaki yang lemas. Seperti sebuah hari yang dingin di De Kuip. Ketika siang begitu terik tapi udara mencekik. Orang-orang mengingat tuhan; entah dalam bentuk yesus atau api. Animisme menjadi tampak masuk akal. Ombak, pohon, dan matahari. Kenapa kita harus menyembah konsepsi, dan sains, dan lagu patah hati?

(Depok, 8 Maret 2018)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s