Setelah Espresso

Setelah espresso
Dan puntung kretek
Aku berdansa dengan jam
Yang bergerak mundur
Ke masa-masa yang jauh
Saat pagi berupa bola
Berbentuk kertas
Atau biji pohon entah-apa

Di sekolah dulu
Kita menyepaknya
Dan ribut di lorong-lorong
Guru-guru tak hirau
Karena begitulah
Menjadi anak-anak
Bermain, berisik, menangis

Seketika waktu berlari
Kencang kembali kesini
Pagi minus lima derajat
Cerah matahari silau
Tubuh anak kecil itu
Lenyap ditelan tahun
Tinggal sisa potongan
Jiwa yang berteriak
Tanpa suara

Sosok itu masih ada
Mengendap di dalam
Dada yang sesak
Oleh keharusan
Menjadi dewasa
Mengetik, diam, tanpa tangis
Suatu hari ia akan
Meledak, boom!
Menjelma kesenangan
Yang sederhana

(Leeuwenborch – 8 februari 2018)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s