India

Menjelang dua setengah pagi aku pergi dari Luca. Kita berpapasan di depan dan mengumbar senyum. Lalu sepeda memisahkan kita. Tenun sumba di depan stang dan sepatu bayi kecil berwarna putih mengantarku ke Dijkgraaf. Kau entah kemana. Mungkin Born atau ke tempat temanmu entah dimana.

Suatu hari nanti, aku akan mengembara ke India. Aku akan mampir di Mumbai: bercengkrama dengan orang tua di pinggir jalan atau mengikuti kursus yoga. Di India, aku tak mencari spiritualitas timur. Aku mencarimu di sudut-sudut Mumbai, meski engkau mungkin saja masih tersaruk di kota-kota Eropa.

Di lantai dansa, kita bertukar mata. Aku menatapmu dengan La Chouffe di genggaman. Kau menari dengan teman pirangmu. Kita bergerak bersama Afrika, mengikuti gerak orang-orang yang terlalu larut entah dalam musik atau melankolia. Dan kau menghilang seperti udara yang terbang dihembus masa depan.

Setelah ini, kita bisa saja bertemu di perpustakaan atau jalanan atau kantin atau rerumputan di dekat danau. Tapi kita belum tentu menyapa. Aku akan mengingatmu dengan kesenduan yang dalam. Tapi aku akan mencarimu di koridor. Aku tau kau dimana dan suatu hari aku kan menjemputmu. Percayalah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s