Bla bla bla

Aku ingin memintal benang di kelopak matamu dan menjadikannya tenun. Lalu anak cucu kita akan merawatnya dengan senyap, dengan keteduhan yang tak bisa dibeli apa pun juga. Sudikah kau memberiku waktu untuk membuat ide jadi ada?

Biarkan aku berloncatan di danau yang membeku di januari -2 derajat. Aku mau merayakan hari ini. Karena apa yang tersisa pada masa lalu adalah semacam nostalgia yang hiperbolik dan masa depan adalah semacam blur tanpa akhir.

Selamanya ialah anomie. Lupakan etika-etika dari eropa dan amerika itu. Lupakan development. Lupakan sustainability. Lupakan trump. Pergilah ke papua dan berilah waktu pada dirimu sendiri. Untuk mencerna, untuk mencerna.

Nanti, di suatu hari di musim panas, aku akan pulang. Aku akan membungkus diriku menjadi mantra dan membisikannya di gendang telingamu. Aku akan berlarian seperti hantu yang tak pernah menyapa. Aku selalu ada. Atau mungkin tidak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s