Mana Makna

Kita harus belajar memberi jarak pada benda. Agar kita waras sedikit. Juga agar benda memberi makna pada dirinya sendiri. Dan kita melahapnya lagi dengan rakus. Beserta makna-makna di dalamnya. Aku ingin menyantap makna, bukan sekadar benda.

Kutenggak bir dengan tergesa dan mengakhiri 14 hari yang melelahkan. Buku-buku tak lagi menarik. Cuma pilsener, cuma pilsener. Setelah hari ini, aku tak tahu lagi caranya hidup tanpa buih-buih bir. Tanpa makna yang dikandungnya lekat-lekat.

“There is a pile of letters on the corner of my room, written in ink on a white paper, won’t see the sun anytime soon” memenuhi telingaku. Ijinkan aku mengaduk kata-kata dan mencampurnya dengan narkotik. Agar aku bebas dari malam -2 derajat c.

Besok kupanggang lagi diriku di terik matari musim dingin. Oh langit yang aneh, oh udara yang aneh, oh negeri yang aneh. Lalu kusesaki diri dengan angka, demi angka, dari angka, untuk angka. Dan lebur dalam omong kosong development a la barat sialan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s