Setelah Salju Pertama Jatuh

Malam ini kita akan bermain dengan teropong. Aku ingin menguliti seisi langit dan melihat salju terbuat dari apa. Aku akan memasang stetoskop dan memeriksa denyut nadi salju. Bagaimana mereka bisa hidup hanya dengan suhu yang menukik?

Aku bermimpi soal salju yang jatuh di desa kecil di perbatasan Jerman-Belanda. Dan boneka-boneka salju. Dan bola-bola salju. Pohon natal, lampu natal, dan apa-apa yang natal. Tapi kita tak lahir baru. Untuk apa natalan tanpa re-natal? Selebrasi?

Di Schauinsland aku memagut mimpi masa kecilku: melihat salju dengan mata kepala sendiri, menggenggamnya dengan tangan, dan menyesap wanginya di cuaca yang berkabut di dataran tinggi selatan Jerman. Tapi fotografi meringkusnya jadi banal.

Lalu aku pulang ke rumah, mengambil sepeda di Dijkgraaf, dan mendapati es menggerogoti sadel sepeda. Setelah salju pertama jatuh, aku ingin membasuh mukaku. Colmar-Nijmegen terasa melelahkan. Kota-kota Eropa membuatku mengantuk.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s