Entahlah

aku merawat revolusi dalam dadaku. tapi dadaku sesak oleh televisi. berlari aku ke eropa dan tersaruk dalam mimpi orang-orang kulit putih. jerman dan belanda memasung tubuhku di atas salib yang retak. jatuh aku ke jurang, lebur ke laut utara.

lonely planet menjadi kitab suci di hari minggu yang terus hujan di wageningen. oh bratislava, ljubjana, dan bukares. kastil-kastil tua yang kesepian. kota-kota yang jarang dibaca. keliling dunia aku ingin. sekolah jadi jalan dan hambatan.

flinkbrau mendekap tubuhku. hangat dari jendela terbuka dengan angin-angin yang beringsut masuk di haarweg 53. katja yang manis, apel, dan makanan veggie? rendang dan babi kecap tersimpan rapi di kulkas everglades abu-abuku. bukan ku.

di orion, sunday service berjalan seperti ibadah masa mudaku. bahasa ditukar: swahili, indonesia, belanda, inggris. mulut-mulut terjepit kosakata asing. silinder menjadikannya kabur. ras-ras dunia bebas bernyanyi dalam kerangkeng agama.

ibu-anak maltese berbincang di depan 10. bukan spanyol atau peru. toilet berbagi dengan ciel, eldena ditabrak nivea. pelembab di utara yang lembab. kulit coklat mengering oleh terik eropa. india, filipina, arab, portugis? entahlah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s