Stade

“Teach me the art of taking minute vacations of slowing down to look at a flower, to chat with an old friend or make a new one, to pat a stray dog, to watch a spider build a web, to smile at a child, or to read a few lines from a good book.”

Di Stade, saya mendapati hidup seperti melambat. Gereja tua yang tak berubah dan kakek nenek Jerman yang menjilat es krim di kedai. Tak ada yang gegas, tak ada yang berlari. Terlebih di musim panas yang cerah. Sedang ranting-ranting oak bergoyang oleh angin dan anjing-anjing berkejaran di pantai Elbe.

Di Stade, saya mendapati hidup seperti melambat. Segelas coklat hangat dan kaos kaki tebal sudah cukup. Di meja makan, lilin dan bunga berdampingan. Sedang wangi roti panggang mengaur. Televisi berisi Trump dan Rio 2016 melintas sekenanya. Anak-anak pengungsi Iran-Afghanistan duduk berjejer.

Di Stade, saya mendapati hidup seperti melambat. Mobil-mobil melesat 80 km/jam. Terhenti di perempatan, menanti roundabout kosong. Anak kecil pirang berkuncir, bersepeda menyebrang zebra cross. Anjing-anjing berjalan sore dan bayi-bayi didorong dalam kereta. Oh jam enam sore yang terik.

Di Stade, saya mendapati hidup seperti melambat. Untuk apa gegas?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s