Seandainya

Seandainya aku bisa memesan skill pada tuhan. Aku ingin menulis seperti kerouac. Dengan remang-remang cahaya, mesin ketik, dan kertas entah berapa rol. Lalu pergi aku ke fifth avenue dan memesan bergelas-gelas liqueur. Jazz berayun di telingaku yang 10 jam nonstop dipenuhi hantu tik-tik-tik-tik-tik.

Seandainya aku bisa memesan tanggal pada tuhan. Aku mau lahir di kanada pada 1940-an. Merantau aku ke amerika. Sekolah dan meniduri gadis-gadis new orleans. Lalu melewati masa remaja dengan menjadi beatnik. Aku mau berkendara ke midwest dan gurun-gurun mojave dengan hudson 1949. Edgy abis.

Seandainya aku bisa memesan nasib pada tuhan. Aku ingin menjadi penyair. Tak mau sekolah, tak mau kerja, tak mau dibebani apa-apa. Aku ingin mengalungi buku puisi di leher dan haiku adalah mantelku. Berjalan-jalan aku di taman kota. Melihat orang dan menanam inspirasi. Tumpah dalam bait-bait.

Seandainya aku bisa menjadi tuhan. Aku tak mau menjadi tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s