Medioker

Carrow Road, 23 Januari 2016

Drama terjadi di tambahan waktu. Bassong menyamakan skor jadi 4-4. Di menit akhir, Lallana membuat Klopp mematahkan tangkai kacamatanya. 5-4.

Lalu muncul fragmen para suporter Norwich. Seorang perempuan muda yang menangis. Kakek-nenek yang merawat kasih di tribun. Dan anak-anak yang terdiam.

Itu sebagian kecil. Mayoritas adalah muka yang biasa-biasa saja. Menjadi pendukung Norwich, atau klub medioker lain, adalah kisah tentang menerima kekalahan. Saya ingat pada satu fragmen di tv, saat Milner membuat skor menjadi 4-3 (tadinya Norwich unggul 3-1), seorang bersyal kuning-hijau tampak tak gusar. Wajahnya mengandung kepasrahan dan kebiasaan menelan pil pahit.

Saya lantas teringat seorang guru les bahasa Inggris asal Wales. Dia penggemar West Ham. Dia bukan asli West Ham, tapi memilih menjadi Hammers. Saya tanya: kenapa?

“Pendukung klub seperti Manchester United atau Arsenal paling punya 5-6 big match dalam semusim. Kami punya 38 big match,” kata guru saya tadi.

Saya pikir ada yang puitis dengan menjadi (pendukung klub) medioker. Tak ada mimpi yang terlalu tinggi, tak ada ambisi yang terlalu mengawang-awang, tak ada cita-cita yang kelewat batas. Tidak kalah, kadang, adalah sebuah kemenangan. Dan, jika pun kalah atau bahkan terdegradasi, ya sudahlah. Masih ada musim depan.

Menghayati itu membuat sepakbola terasa sederhana lagi. Persetan klasemen, piala, transfer, jersey, dan omong kosong lain. Sepakbola adalah tentang apa yang terjadi di atas lapangan. Titik. Seperti hidup, seringkali detil-detil yang sengaja diciptakan untuk memperumit keadaan justru menjadi fokus. Sepakbola pada khitahnya, yang bergulir di lapangan rumput, dilupakan dan diringkus jadi matematika menang-seri-kalah.

Harusnya kita belajar banyak dari fans Norwich dan tim medioker lain. Bahwa menikmati sepakbola (dan kehidupan) tanpa ambisi yang wah itu sah-sah saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s