Lokus

Saya percaya beberapa tempat memang spesial.

Semakin sering berjalan, saya jadi tahu ada tempat-tempat yang berbeda, yang untuk alasan entah-apa terasa lekat. Ada semacam keterkaitan dan keterikatan yang subtil antara aku-pejalan dan ia-tempat. Kadang alasannya terlalu remeh, terlalu mengada-ada, terlalu mengawang-awang. Bahkan, kadang tak ada alasan sama sekali.

Bagaimana mungkin seseorang yang cuma singgah satu dua hari merasa memiliki keterikatan dengan suatu tempat? Bagaimana bisa seorang asing, yang tak tahu menahu apa-apa, merasa dekat dan menjadi bagian dari sebuah masyarakat, sebuah lokalitas, sebuah tempat? Bagaimana caranya orang jatuh cinta pada satu tempat pada detik pertama, pada injakan pertama, pada kepulangan pertama?

Belakangan ini, kepala saya terus memutar fragmen-fragmen soal Sumba: anak-anak kuda, matahari berwarna ungu, bukit meja, sabana hijau tak terpermanai, parang di pinggang pria-pria Sumba, Waikabubak yang basah, debu-debu di Waitabula, dan Waingapu yang maju di timur sana. Ada sesuatu yang romantik dan melankolis pada ingatan saya tentang Sumba. Tapi saya tak tahu apa.

Ada semacam perasaan terikat, dekat, dan terkait. Seperti saya pada Yogyakarta, pada Lombok, pada Bajawa. Sesuatu yang sukar untuk dijelaskan dan memang tak ada penjelasan. Sekadar perasaan yang muncul dan tak bisa dihindari. Lucunya, ingatan tentang Sumba seperti tali yang mengikat kenangan masa lalu dan kabut masa depan. Yang-lalu dan yang-akan seperti bergumul dalam satu ruang.

Saya jadi ingat ketika dulu ke Sumba, saya janji akan kesana lagi, jika sudah lebih tua, mungkin jika sudah berkeluarga dan punya anak. Saya pasti akan kembali lagi ke sana. Tapi kapan, untuk apa, dan bagaimana: itulah yang membikin penasaran? Perasaan saya, saya tak akan kembali sebagai pejalan saja. Rasanya ada misi khusus. Semua kerumitan ini membuat saya teringat Redfield dan Celestine Prophecy-nya. Entahlah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s