Tumpul

Beberapa hari ini saya ingin menulis sesuatu yang agak berat, agak serius, bukan sekadar ocehan atau gumam. Tapi tak bisa. Rasanya otak saya tumpul.

Saya memikirkan dua hal yang menyebabkan ketumpulan itu. Pertama, otak dan pikiran saya telah habis dimakan rutinitas. Bukan karena sering dipakai, justru karena tak pernah digunakan. Kedua, karena saya sudah jarang membaca buku atau jurnal yang sedikit serius. Lebih banyak menggenggam novel atau cerpen atau apalah.

Dan tentunya ini bukan kali pertama. Rutinitas dan tanggung jawab kerja, saya paham betul memang musuh bagi pikiran yang kaya dengan ide yang meledak-ledak. Rutinitas dan kesibukan menumpulkan pikiran dengan cara yang yang saya tak tahu bagaimana.

Saya jadi tahu kenapa banyak penulis ya cuma menulis, atau kenapa mereka tak mau/tak suka bekerja. Ya, karena pekerjaan bisa menghilangkan daya kreasi dan melumpuhkan pikiran. Akibatnya ide macet dan tulisan tak jadi-jadi.

Pada akhirnya nanti, di suatu persimpangan, mungkin saya harus memilih.

(9 Agustus 2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s