Di Dharmais

Di Dharmais
Aku terduduk di ruang tunggu
Manusia bersliweran
Kursi roda dan tongkat
Tubuh yang kurus
Muka yang tirus
Gairah yang tergerus
Nyaris putus
Karena kanker yang gawat

Di Dharmais
Aku terduduk di ruang tunggu
Anak-anak memapah dan berlari
Calon-calon yatim/piatu
Sebulan, dua bulan
Atau setahun, dua tahun lagi
Sendiri, bermuram durja
Tanpa punya ayah atau ibu
Atau keduanya

Di Dharmais
Aku terduduk di ruang tunggu
Segala serba gelap
Nestapa merayap
Peti siap dipesan
Obat-obat berpindah tangan
Infus, operasi, kemoterapi
Pasien dengan harapan
Yang tinggal setengah

Di Dharmais
Aku terduduk di ruang tunggu
Memandang enam tahun silam
Di Bunda, Fatmawati, RSCM, UKI
Bapakku menderita parah
Badannya goyah
Jiwanya patah
Hingga akhirnya menyerah
Ditelan maut yang marah

Di Dharmais
Aku terduduk di ruang tunggu
Memikirkan sel kanker
Yang bersemayam
Entah dimana dalam tubuhku

(26 Maret 2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s