Harapan

Hope is a dangerous thing.

Merawat harapan di negeri bernama Indonesia adalah hal yang tak mudah. Ia perlu dipupuk dan disiram setiap hari dengan kepercayaan dan keyakinan. Meletakkan harapan pada orang yang kita percaya itu membutuhkan pengerdilan ego dan bayangan tentang pengkhianatan. Oleh karena itu, berharap bukan hal yang gampang untuk dilakukan. Apalagi dipelihara.

Setiap hari kita bisa dihimpitkan pada hal-hal yang menabrak dari kanan dan kiri. Terlebih jika kita telah terbiasa berpikir dengan banyak perspektif, banyak sudut, dan banyak pertimbangan. Pikiran-pikiran itu seperti berkelahi di dalam kepala dan mencipta kekacauan yang tak habis-habis perihal kenapa kau harus terus berharap dan kenapa tak berhenti berharap.

Menaruh harapan pada orang lain, sekali lagi, ialah hal yang sukar. Dalam suatu sesi obrolan santai di kampus, saya pernah mengatakan bahwa saya tak suka berharap dan percaya pada orang lain. Saya hanya percaya dan berharap pada diri sendiri. Karena resiko untuk menggantung harapan di pundak orang lain terlalu pelik dan perih untuk dibayangkan.

Ada suatu masa dimana kita pasrah untuk percaya dan berharap pada satu sosok yang akan membawa lentera. Tapi, ini negeri bernama Indonesia, dimana dalam hitungan bulan saja harapan sanggup koyak dan hancur. Hasilnya adalah patah hati dan kegagalan mempercayai siapa pun lagi. Karena apa yang lebih rapuh dari harapan sebenarnya tak ada.

Berharaplah, kecewalah, berhentilah.

Ketiga hal di atas punya waktunya masing-masing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s