Surat untuk Evan Dimas

Evan Dimas,

Apa yang kamu tunjukkan di laga melawan Laos begitu luar biasa. Kamu memberi jutaan fans bola di Indonesia sebentuk harapan di tengah kesulitan-kesulitan sepak bola nasional hari ini. Tapi sebuah harapan juga harus diperjuangkan. Untuk itu, saya menulis surat ini.

Atas nama pribadi dan orang-orang lain yang mungkin sependapat, kami dengan segala kerendahan hati memintamu untuk meninggalkan negeri ini dan mencari pengalaman di luar negeri. Bermainlah di kompetisi yang jauh lebih berkualitas dan lebih profesional, karena bermain di kompetisi buatan PSSI adalah sebuah bahaya. Sejujurnya kami sangat takut bakat emasmu akan menurun karena bermain di kompetisi yang amburadul, yang disusun oleh seperangkat sistem yang payah dan kotor. Jadi, pergilah ke negeri lain, Evan.

Karena kamu arek Suroboyo, kami yakin kamu bukan pengecut dan tak segan menantang dunia, bersaing dengan pemain-pemain lain di luar Indonesia. Dengan bakat sebesar yang kamu miliki, bermain di kompetisi pseudo-profesional adalah sebuah kesia-siaan. Kami khawatir kamu akan jadi peliharaan politisi brengsek atau pengusaha korup. Kami cemas kamu akan jadi mainan media-media kita yang dangkal. Sesungguhnya, tempatmu bukan di Indonesia Super (?) League.

Di luar sana, di klub mana pun kamu nanti akan berlabuh, kamu mungkin tak akan langsung menjadi pemain reguler dan bermain setiap pekan. Tapi setidaknya kamu akan belajar banyak dan fokus sepenuhnya pada hal-hal terkait sepak bola. Kamu tak akan jadi alat politik dan artis televisi, sehingga hari-harimu akan tertuju pada apa yang benar-benar kamu cintai: bermain bola. Lagi pula jika kamu bermain di kompetisi di negeri ini, kamu juga belum tentu bermain tiap pekan. Kamu tentu tahu betapa tidak becusnya orang-orang di Kuningan mengatur jadwal kompetisi. Sebaiknya, kamu terbang jauh ke negeri-negeri yang asing tempat sepak bola dimainkan secara (benar-benar) profesional.

Kami ingin kamu pergi bukan karena kami benci, justru sebaliknya. Kami ingin ada sosok pesepak bola yang inspiratif, yang bisa menjadi ilham bagi generasi selanjutnya, demi masa depan sepak bola Indonesia. Sudah cukup banyak pemain bola yang berlagak bak selebritis atau benar-benar menjadi selebritis. Kami rindu sosok pemain yang hebat dan bisa menjadi panutan. Bukan pemain yang asal lempar baju setelah latihan, bukan pemain yang sibuk mencari mobil keluaran terbaru, bukan pemain yang getol mencari artis cantik untuk ditiduri. Kami mendambakan pemain sepak bola yang pantas dibanggakan dan dikagumi murni karena apa yang mereka tunjukkan di atas lapangan.

Dan seandainya tekadmu sudah bulat untuk menimba ilmu di luar negeri, carilah klub-klub yang tak terkait dengan pengusaha Indonesia. Bukannya apa-apa, kami lagi-lagi tak ingin kamu menjadi sapi perah, sama seperti yang PSSI lakukan kepada kamu dan teman-temanmu di timnas U-19. Menyingkirlah dari pengaruh-pengaruh negatif. Menghindarlah dari orang-orang-orang yang hanya memanfaatkanmu sebagai barang jualan. Menjauhlah dari sorot kamera wartawan dan dari rayuan artis-artis ibukota. Berkelanalah sejauh-jauhnya, gapai mimpi-mimpimu, dan lupakan hingar-bingar kompetisi tengik negeri ini.

Semoga beruntung, Evan.

29 November 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s