Libre & Licere

Di tengah malam, saat kesulitan tidur, saya terbangun dan melanjutkan bacaan. Saya sedang membaca Handbook of Leisure Studies, tepatnya di bagian yang membahas disiplin ilmu sosiologi dan cultural studies.

Di tengah bacaan saya tertegun saat mendapati bahwa leisure berakar dari kata Latin ‘licere’ yang artinya ‘to be allowed to’. Entah bagaimana pemahaman baru ini membuka cakrawala baru tentang mengapa saya begitu tertarik dengan leisure studies.

***

Saya percaya tiap orang punya pencarian paling esensial di kehidupannya masing-masing: harta, jabatan, keluarga, tuhan, surga, spiritualitas, cita-cita, kematian, dan sebagainya. Dalam kasus saya, pencarian paling besar adalah perihal kebebasan.

Hal itu yang membuat saya berniat membuat tato bertuliskan ‘libre’ suatu hari nanti. Pula, itulah mengapa saya begitu kagum dengan sosok macam Bob Marley, Che Guevara, Jack Kerouac, atau Siddharta Gautama. Mereka adalah orang-orang yang bebas dan pencinta kebebasan.

Pencarian akan kebebasan ini (tanpa disadari sebelumnya) ternyata linear dengan kenapa saya ingin melanjutkan studi di leisure studies. Kita semua tahu leisure berkaitan dengan waktu luang (free time). Ia berbicara tentang bagaimana manusia menghidupi waktu ‘bebas’-nya.

Sekarang, semuanya tampak jelas dan masuk akal. Ada keyakinan yang bulat bahwa apa yang diusahakan selama ini sudah tepat.

Post-scriptum: Catatan ini dibuat melalui handphone pada tengah malam 28 Oktober lalu. Teringat catatan ini setelah membaca bab pertama Labour of Leisure-nya Chris Rojek.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s