Jokowi

Jokowi telah resmi dilantik menjadi Presiden Indonesia untuk lima tahun ke depan pagi ini. Sorenya, sesaat setelah bangun dari tidur siang yang tak disengaja, saya mencuri dengar percakapan ibu dan nenek saya di dapur. Pertukaran kata-kata di antara dua perempuan yang saya sayangi itu membuat saya tersenyum-senyum saja dalam kegelapan kamar.

“Ternyata Jokowi hatinya baik, (jiwa) sosialnya bagus,” ujar nenek sebelum bercerita tentang anak Papua yang diajak ngobrol oleh Jokowi.

“Itu semua yang datang gak ada yang dibayar. Wah masih pake baju putih dari pagi tadi, belum mandi pasti,” tukas ibu menimpali.

Percakapan keduanya membuat saya tiba-tiba teringat beberapa orang yang saya temui dalam perjalanan-perjalanan saya dua tahun terakhir. Waktu saya menuju Flores bersama dua orang teman, awal 2013 silam, tak jarang kami bertemu orang lokal yang langsung menyebut nama Jokowi setelah tahu kami bertiga datang dari Jakarta.

Saya juga melihat sendiri bagaimana baju kotak-kotak yang identik dengan Jokowi saat memenangkan kursi gubernur Jakarta ditiru oleh salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT dalam pemilihan gubernur tahun lalu. Itulah awal saya memahami dahsyatnya efek Jokowi dan dasar dalam meramal kesuksesan dia di pemilihan presiden tahun ini.

Tak hanya di Lombok, Sumbawa, dan Flores. Dalam perjalanan dari Kupang ke Kefamenanu, saya ingat mengobrol dengan beberapa warga lokal tentang Jokowi, sekali lagi setelah mereka tahu saya berasal dari Jakarta (meskipun persisnya bukan). Demikian pula ketika saya berpergian ke Sumatera sehabis lulus kuliah, September tahun lalu.

Tapi yang paling lekat dalam ingatan adalah saat ke Sumba, Maret lalu. Jokowi adalah topik yang sering saya pakai ketika kehabisan bahan obrolan dengan warga lokal. Saya ingat, selama 1,5 jam dari pesisir ke kota, saya dan tukang ojek tak putus berbincang soal Jokowi. Layaknya rokok pada social-smoker, Jokowi ialah penyambung dua orang yang tak saling mengenal.

Mulai hari ini, Jokowi sudah jadi Presiden, tidak lagi sekadar gubernur Jakarta. Saya penasaran obrolan apa lagi yang akan saya dengar di perjalanan lain, kelak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s