Fiksi

Di dalam kepalaku berlari cerita-cerita yang belum lahir. Ia diam dalam sunyi, lalu bergerak dan berputaran, membentuk semacam labirin yang menyesatkan. Tapi, siapa yang tak suka masuk labirin, bermain di dalamnya, dan tersesat?

Aku percaya ada masa dimana cerita ini nantinya akan tumpah ke kertas dan berpindah ke tangan orang-orang yang kesepian, ke rak-rak dan kolong meja yang berdebu, ke dalam mata manusia yang mencintai kata-kata. Masa itu akan tiba entah kapan.

Kapan adalah soal lain. Bicara soal waktu adalah bicara soal momentum. Dan kita semua tahu momentum adalah titah siapa pun yang mengatur dunia. Momentum adalah soal sepersekian detik yang bisa membuat bumi leleh.

Lantas terbayang meja-meja kayu dan secangkir kopi Toraja, berpadu dengan kabut dan hijau hutan: tempat keabadian, renungan, dan inspirasi bersetubuh. Di tempat seperti itu, aku percaya, kata-kata adalah air terjun yang deras dan tanpa henti.

Setiap orang akhirnya punya idealnya masing-masing. Adalah sebuah kesia-siaan membandingkan punya satu sama lain. Ideal adalah tentang hal-hal yang tak perlu diperdebatkan. Ia adalah rumah bagi jiwa-jiwa yang kehujanan oleh kenyataan.

Sekarang… aku hanya akan menunggu sepersekian detik itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s