Majuto

Kau tahu penyeselan terbuat dari apa? Dia sebenarnya tercipta dari kedekatan pada kesempatan dan kesia-siaan yang memisahkan keduanya. Di situ ada jurang. Tubuh jatuh ke mulutnya yang menganga dan darah jadi sungai. Penyesalan adalah matematika soal keterjangkauan dan psikologi soal kebimbangan. Percayalah.

Kau tak akan pernah menyesal karena gagal pergi ke bulan, karena benda bulat berwarna oranye (kadang kuning, kadang putih, atau apalah, persetan) itu memang tak mudah terjangkau. Tapi kau bisa menyesal tak pernah mengunjungi sebuah pulau cantik di suatu sudut dunia, tempat bidadari bermandian dan waktu seakan berhenti.

Pulau yang elok itu mungkin pernah suatu kali begitu dekat dengan gapaian tangan, tapi kau bimbang dan tak pernah menginjaknya sama sekali. Rasa bimbang itu bisa macam-macam. Tapi apa pun itu, saat mengingat lagi di masa depan soal momen itu, saat kau begitu dekat dengan sesuatu yang mirip surga tapi tak pernah kau dapatkan karena perasaan aneh yang tak jelas berpangkal dimana, di situlah penyesalan menemukan wujudnya.

Wajah penyesalan tak pernah jelek, tapi selalu tampak bengis karena dimana-mana ada cacat, luka, dan darah. Padahal cacat, luka, dan darah itu bukan punyanya. Ia hanya cerminan dari dirimu yang sedang berlutut memohon kepada dewa-dewa di angkasa agar masa lalu berulang. Tapi kau sudah tahu, tak ada yang lebih kejam dari waktu.

P.S: Majuto adalah bahasa Swahili. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s