Arts

Bertahun-tahun lamanya kita belajar mengecat kanvas dengan kuas warna-warni sambil dansa-dansi di bawah matahari. Tapi kita lupa, seni bukan hanya lukisan dan tari. Ada sampah yang bau, apel dalam kulkas, wangi air mendidih, dan karat pada pagar besi depan rumah. Bukankah itu semua seni yang telah melampau arus waktu?

Kemudian kau bercerita soal puisi. Tentang lelaki dan perempuan yang hatinya patah. Saling bercinta di atas kapal, tapi tenggelam ketika ombak menabrak langit. Kenapa puisi selalu sentimentil, kataku. Dan kau membantah. Tidak, katamu, puisi bisa juga tentang gerobak di tepi sawah, jerawat yang pecah, atau berak di celana. Kenapa harus serius?

Kita lantas menyetir kendaraan menuju balik gunung, berkemah dengan kupu-kupu, dan menyembah dedaunan. Kita memotret air terjun juga orang-orang desa yang telanjang. Itu eksotis, katamu, dengan bibir yang mengunyah permen karet. Kau lupa, eksotisme bukanlah apa yang di luar dirimu. Kau adalah eksotisme itu sendiri.

Kau dan aku kembali ke kota. Kita meludah reklame dan artis-artis berparas bopeng, bertudung blush on dan bedak dua sentimeter. Mereka artis tapi bukan artist, sindirmu. Aku menimpali kata-katamu dengan retorika yang basi. Bukankah artist adalah mereka yang jiwanya bebas dan telanjang dengan tanpa sungkan?

Hari beranjak malam. Teras menjadi gelap dan suara tokek membentak-bentak. Bau tai kucing tercium, bersanding dengan harum teh hijau yang kau sajikan. Kita bercengkrama sampai subuh soal mati. Dari semua seni yang ada, mati adalah yang paling indah. Itu katamu. Aku bungkam, lalu mengangguk pelan-pelan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s