Menuju Waingapu

sepotong senja dan langit merah muda
di atas hamparan padang sabana
aku menuju kota di timur sana
di pulau yang terlupakan di peta

espass melaju seadanya di tengah jalan sepi
tak ada mercedes, hanya sapi yang berbaris
juga kuda yang menikmati rumput di sore yang tua
angin menghembus rambut, menyeka kantuk

penumpang beruntung dan dua ayah-anak
obrolan sekenanya dan basa-basi
asap rokok dan aqua 1,5 liter
malam menjemput, gelap menggelayut

kota-kota dan desa-desa terlewati
hutan taman nasional, siluet padang rumput
udara mendingin, nafas tersengal
kapan sampai?

setelah beribu huruf terumbar
dan omong kosong tentang masa depan
waingapu tampak di depan kaca
lampu-lampu dari atas bukit

barat ke timur, empat setengah jam
langit merah muda abadi di ingatan
dan sabana, dan kuda, dan lapangan bola
aku mencuri kenangan dari tanah sumba

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s