Kematian yang Lekas

Malam ini saya mendapat kabar duka: ayah dari seorang teman akrab jaman sma meninggal dunia. Saya terhenyak. Bukan kematian itu yang mengusik, tapi rentetan kematian yang mendahuluinya. Itu adalah kabar kematian ketiga yang saya terima dalam seminggu terakhir. Berturut-turut teman sd, dosen kuliah, dan ayah teman sma tadi.

Saya selalu memandang kematian sebagai sesuatu yang romantik. Jadi setiap mendengar ada kerabat atau keluarga kerabat meninggal dunia, saya sempatkan semenit dua menit untuk berkontemplasi tentang hidup yang bergulir. Sejak kecil oleh ayah, saya memang secara tidak langsung diajari untuk memandang kematian secara lebih dalam. Mungkin juga karena kultur nenek moyang yang melekat.

Lantas saya menikmati kematian sebagai ritus yang agung, memandangnya sebagai tujuan hidup dan pembebasan dari hidup yang sia-sia ini, kelak. Kematian bukanlah sekadar sedetik yang habis dan nafas berhenti, juga bukan tentang ritual-ritual pemakaman dan kisah-kisah sang mati. Lebih dari itu, kematian adalah hidup itu sendiri.

Lucunya, ketiga kabar kematian yang saya dengar di atas memiliki ciri yang sama. Selain waktunya berdekatan, ketiga orang yang sudah berpulang meninggal dengan cara yang cepat dan mendadak. Tak ada pembaringan rumah sakit, tak ada nyeri yang mendidih, tak ada tanda-tanda. Ketiganya meninggal begitu saja hingga membuat banyak orang tak percaya.

Sudah lama saya tak percaya kebetulan. Maka ketika saya mendapati fakta di atas, saya jadi bertanya. Ada apa gerangan? Apa pesan yang ingin disampaikan lewat ketiga kematian yang memburu-buru itu? Apa yang salah pada hidup yang gila ini? Bagaimana saya mati nanti? Mengapa, meski dingin, wajah kematian selalu terasa akrab?

Pada akhirnya saya tak tahu jawaban dari semua pertanyaan itu, meski saya percaya rangkaian kematian tersebut berarti sesuatu. Ia tak terjadi begitu saja tanpa arti. Untuk saat ini saya hanya ingin mengenang masing-masing orang yang sudah mendapat kebebasan hidup itu. Mungkin suatu waktu saya akan tahu jawabnya, atau mungkin tidak sama sekali. Saya hanya menunggu.

Advertisements
Posted in ide

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s