Dilematika

Apa yang lebih pelik dari sebuah dilematika, keharusan untuk memilih, dan membunuh satu pilihan dari dua yang sama-sama berarti? Lalu apa yang lebih memuakkan dari waktu yang menghimpit untuk melakukannya? Saya pikir benar adanya bahwa kita dikutuk untuk memilih. Dan sedari dulu memilih bukanlah perkara gampang. Terlebih tentang soal-soal yang rumit.

Dalam situasi itu, kita boleh iri pada sepotong daun yang lepas dari pohonnya dan terbang terbawa angin. Dia tak peduli arah yang dituju dan konsekuensinya, ia hanya mengalun bersama angin. Pula, kita boleh iri pada sekaleng sarden bekas di lautan luas yang hanya mengombang-ambing tak jelas arah tujuan, mengikut pada arus getaran ombak dan gelombang yang menggulung. Tak ada kegundahan.

Tapi kita bukan daun dan kaleng sarden bekas, kita adalah semacam senyawa yang terbentuk dari keniscayaan untuk memutuskan. Kendati begitu, kita kerap lemah, pasrah, dan tak berdaya dihadapkan pada situasi harus-memilih. Maka kita lebih sering takluk dan patuh pada adagium “manusia berencana, biar tuhan yang menentukan”. Kita sering melempar kutukan itu kepada tuhan. Mungkin selalu.

Pada suatu masa, harusnya kita menyadari bahwa, tanpa menampikkan adagium di atas, kita harus menerima takdir yang pilu ini. Bahwa menjadi manusia adalah ibarat menyetir sebuah mobil dan sampai di sebuah persimpangan: kanan atau kiri, sementara kita tak bisa mundur. Jalan di kanan terlalu gelap dan kelam, tak jelas ada apa dan mengarah ke mana. Sedangkan, jalan di kiri tak ada bedanya.

Hanya, seringkali kita lupa bahwa kita bisa diam saja di persimpangan itu, bersiul dan menikmati segenap kegilaan ini.

Advertisements
Posted in ide

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s