Surat untuk Kerouac

Hai Jack. Apa kabar di surga beat-mu?

Terlalu banyak omong kosong disini. Orang-orang terlalu menekan, terlalu menghimpit dari segala arah. Manusia memang tak berubah, masih sama seperti jamanmu, masih terlalu mengurusi orang lain. Aku bilang ‘terlalu’. Mengurusi mungkin boleh, tapi batas-batas harusnya dipahami.

Ya, seperti kubilang, manusia tak berubah. Hanya gumpalan kesia-siaan yang seragam dan mesin robot yang patuh. Tapi disini hari ini, banyak warna-warni. Sayang itu hanya bagian dari sebuah keseragaman juga. Ya hari ini, apa yang kau cita-citakan tampaknya tercapai, hanya menjadi keterlaluan. Orang-orang merasa rebel, beat, pemberontak, punya hak atas dirinya, lalu tampil berbeda, melenceng, melanggar aturan, bergaya layaknya kau dan siapa kawanmu itu, ah ya Neil.

Namun sayang, mereka terlalu banyak dan seragam. Hingga aku menduga mereka hanyalah bentuk ketololan lain dari keseragaman, hanya kini bentuknya warna-warni, bentuknya hippies, bentuknya pemberontak, bentuknya non-seragam. Ya semacam nonkonformitas yang konformis. Omong kosong, bukan?

Aku tak tahu kapan gerombolan ini berhenti dan kapok, lalu berhenti berpura-pura menjadi semacam kau atau Guevara. Kasihan mereka. Hanya mainan konsumerisme dan gaya hidup dan jaman yang bebal. Mereka tak ubahnya parade sebuah generasi yang kecewa dengan tradisionalisme dan konservatisme orang tua mereka (ya seperti gagasan beat sialanmu). Lalu mereka mencari cara membobol apa yang mereka kecewakan itu.

Sayang, sekali lagi sayang, mereka cuma kedangkalan yang tak berarti. Hanya kerumunan yang terdesak, mau tak mau mengikuti sekitar, mereka tak mengerti apa yang mereka buat, lakukan, hirup, pakai, baca, dengar, dan bicarakan. Mereka, kebanyakan, tak sampai ke dalam. Hanya permukaan yang dangkal.

Jadi kau jangan senang dulu, nonkonformitas disini bukanlah nonkonformitas yang kau harap. Hanya bualan. Hanya rekaan. Hanya luaran. Kau harus cek ke kedalaman dan tahu seberapa ketololan itu mengakar. Namun sayang, kebebalan adalah sesuatu yang cepat menyebar seperti virus di musim hujan. Maka, hari ini disini, dunia adalah serangkaian omong kosong yang tak ada habis, barisan ketololan yang terlalu besar untuk ditabrak. Tak ada lagi kedalaman, tak ada lagi penghargaan atas kedalaman.

Keduanya tak ada gunanya. Hari ini, yang penting adalah bergaya, dan menjadi berbeda. Meski dengan otak yang tolol, jiwa yang dangkal, dan hati yang bebal.

Terima kasih Jack, inilah omong kosongku. Mungkin aku sudah menjadi bagian dari jaman dan kerumunan ini.

NB: Omong-omong, hari ini aku selalu iri setiap melihat foto orang mati. Fotomu termasuk.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s