Hei Pemberontak

Apa kabarmu, pemberontak? Kau yang berkaoskan gambar Guevara dan palu arit dan tanganmu memegangi sesuatu dari Kanada atau Amerika yang membuatmu tersenyum tiba-tiba sendirian. Kau yang membicarakan Marx dan Gramsci sambil berjalan santai menikmati pusat perbelanjaan, katedral konsumerisme itu.

Apa kabarmu, pemberontak? Kau yang berdemo dan berisik di depan gedung rakyat, membela hak entah siapa, mengatasnamakan keadilan, lalu kau pulang membawa mobil mewah punya orang tuamu, mobil yang mungkin saja menyumbang persentase untuk ketidakadilan yang kau tentang.

Apa kabarmu, pemberontak? Kau yang membaca buku soal rebel dan gagasan kiri yang kau dapatkan dan beli di toko buku impor berharga mahal dan berdesain delicate. Kau yang menuliskan protes tentang keserakahan dengan komputer keren bercita rasa borjuis dengan internet dari negara yang kau anggap rakus.

Apa kabarmu, pemberontak? Kau yang berpikir tentang revolusi, struktural maupun budaya, tapi diam saja dan duduk nyaman di teras rumahmu sambil meminum kopi instan buatan pembantu, serta di kamarmu berserakan jeans Eropa dan topi berlambang bintang merah demi alasan asesori tubuh.

Apa kabarmu, pemberontak? Kau yang bersusah payah menjadi anti-arus-utama, menyebarkan kata dan gambar demi menampilkan keberbedaan di Facebook atau Twitter atau Instagram, beberapa barang paling jamak dipakai. Kau yang sangat-sangat berbeda, unik, dan tak sama. Sungguh.

Mampus sajalah kau, pemberontak.

(Juli 2013)

Advertisements
Posted in ide

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s