Tukang Cukur

Sejak kecil hingga saat ini saya selalu mencukur rambut di tukang pangkas rambut yang sama. Oleh karena itu, mencukur rambut seringkali menjadi upaya nostalgia. Beberapa tukang cukur yang ada saat saya masih anak-anak pun masih ada. Beberapa sudah berganti dengan wajah yang baru. Sama seperti setiap hal di dunia, perubahan memang tak terelakkan di tempat cukur langganan ini.

Posisi kursi, cermin, televisi, kursi tunggu, sofa, poster top collection, dan ukuran ruang pun berubah. Pun dengan tambahan ac yang waktu saya masih kecil saya ingat belum ada. Tapi dengan segala hal yang berbeda, bagi saya ia tetap sama, tetap tempat cukur yang sama saat pertama kali saya datangi, entah kapan. Hal-hal di dunia ini memang senantiasa berubah serta tetap tak berubah secara bersamaan. Aneh memang.

Sore ini saya baru saja mencukur rambut. Saat masuk, saya adalah pelanggan satu-satunya. Sambil dicukur, saya menikmati obrolan antar tukang cukur disana. Topiknya jelas: lebaran. Kecairan obrolan yang asyik itu tak lantas abadi. Ia terpotong dan mati oleh kedatangan pelanggan-pelanggan yang datang berurutan: pertama, seorang bapak dengan anak laki-laki dan perempuan, kedua, seorang bapak dengan anak laki-lakinya.

Anak laki-laki dari bapak yang kedua duduk di sebelah saya. Si bapak memberi instruksi pada tukang cukur tentang model rambut yang ia inginkan untuk anaknya. Si anak diam saja. Lantas saya teringat saat saya masih kecil. Setiap bapak saya membawa saya kesana, ia yang berbicara memerintah tukang cukur tentang model rambut yang akan saya dapatkan. Kadang sesuai, kadang tidak.

Satu lagi fragmen yang membuat saya makin larut dalam kenangan masa lalu adalah saat si bapak yang kedua itu berteriak pelan pada anaknya, “jangan gerak, nak.” Kalimat singkat padat jelas itu persis sekali dengan yang sering diucapkan ayah saya pada saya dulu saat saya sedang duduk di kursi tukang cukur. Pada akhirnya saya ingat sebait tulisan seorang asing: hidup adalah usaha melawan kenangan; kita seringkali kalah sebelum memulai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s