Teringat Rendra

“Dan waktu senggang manusia,
serta masa berlibur untuk keluarga,
harus bisa direbut …
untuk diindustrikan”

Sajak Pulau Bali adalah puisi yang lantang sekaligus lirih tentang Bali yang masyhur itu. Rendra seperti biasa berbicara dengan bahasa yang tegas dan langsung menatap sasaran tanpa banyak pemanis dan wewangian. Dengan sudut pandang realis ia menghajar habis-habisan industri pariwisata yang sedang mekar-mekarnya di Bali. Baginya pariwisata yang marak bukan devisa, tapi degradasi banyak hal.

Saya teringat puisi ini di tengah-tengah revisi skripsi. Selalu, puisi adalah pelarian yang pas. Ia memberikan ruang yang tak sesak oleh istilah-istilah yang rumit untuk dimengerti, menyediakan kebebasan interpretasi seluas samudra. Rendra seolah datang di saat yang tepat, menyediakan sajak yang tegas, yang senada, yang sejiwa. Pariwisata yang industrial adalah tempat kebusukan bertebaran.

Saya pernah membaca entah dimana: di tengah lautan optimisme, menjadi pesimis tak ubahnya usaha bunuh diri. Rendra, juga mungkin saya, memang tampak seperti orang yang mengarahkan pisau ke nadi sendiri. Merayakan hari-hari dengan melihat apa yang tak disukai, apa yang dipandang busuk dan brengsek, apa yang dianggap dangkal dan banal. Tapi, bisa apa?

Semua sedang berpesta, merayakan pertumbuhan ekonomi, melampiaskan kebebasan semu di tengah eskapisme masing-masing dari rutinitas yang mengekang. Semua mencintai pariwisata, perjalanan, liburan, traveling, backpacking, apapun itu dengan seluruh. Menyembahnya layaknya nabi, lalu memamerkannya di jejaring. Hari ini tuhan memang direduksi dalam foto dan kicauan-kicauan.

Di tengah pesta, saya dan Rendra berjalan bersama dengan masing-masing menggenggam pisau. Semua tertawa, semua mabuk dalam halusinasi kesadaran masing-masing, semua terhipnotis oleh mekanisme yang sesat. Di tengah riang dan hiruk pikuk itu saya dan Rendra bertatapan, lalu merobek nadi masing-masing dengan tatapan yang lemas dan penuh iba. Mampus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s