Selebriti

Semuanya adalah selebriti sekarang: menampilkan coreng-moreng dengan penuh kebanggaan sambil menghias diri dengan kata-kata puitik yang impresif. Semuanya menyebar menjadi virus yang parah, menjalar ke seluruh tubuh hingga tak ada tempat untuk mengelak. Semuanya menjadikan dunia orang lain sebagai milik pribadi dan dunia privat menjadi milik publik. Kemanakah kegilaan ini akan berakhir?

Kultus selebriti memarah dengan saluran-saluran yang mudah. Menjadikannya ada seraya membunuh sekat-sekat yang memenjara. Kebebasan meledak, terlalu meledak-ledak hingga tak tersisa apa-apa. Jaman ini adalah tentang pamer ini dan itu, baik yang patuh pada aturan budaya maupun yang berusaha menabrak norma. Semua terhanyut dalam mimpi masing-masing untuk menjadi keren.

Abad ini menyajikan segalanya untuk jadi terkenal, baik lewat ceramah-ceramah bullshit maupun citra-citra penuh tipu daya. Hanya dengan sedikit ketidaktahumaluan dan hasrat yang menggebu untuk dianggap ada maka jadilah selebriti. Arus ini deras mengalir, merasuki darah dan tulang, menjadikan semacam kepastian yang mau tak mau ditempuh. Di ambang pagi, semua terhenyak: siapa aku?

Pada akhirnya yang harus menang adalah kejenuhan, hingga semua omong kosong ini berakhir. Tapi putusan untuk berontak dan keluar harus didesak dari dalam sanubari. Semua terserah pada masing-masing: menjadi diam seraya berteriak-teriak di kemayaan ini, atau perlahan menutup mulut dan menggebrak pintu hingga tak mampu membuka lagi. Semuanya adalah selebriti. Kecuali siapa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s