Anak-anak Sungai

Hari ini saya terbangun dengan mengingat sesuatu. Saya terbawa kenangan beberapa bulan lalu saat mengikuti rangkaian kuliah kerja nyata di desa pedalaman di Kalimantan. Tiba-tiba saya ingat sepotong catatan harian yang saya tulis disana. Tentang anak-anak desa, tentang sungai, tentang masa kecil, tentang kebebasan, tentang kebahagiaan, tentang pengalaman.

__________

Hari ini tidak ada yang terlalu banyak dikerjakan. Kami dari pagi hingga sore hanya di rumah untuk fiksasi timeline dan membuat media untuk program-program. Pada pukul lima sore, kami beserta anak-anak lokal menuju sungai di dermaga. Kami melihat anak-anak Paking menikmati mandi di Sungai Mentarang. Dalam bentang alam yang begitu indah sore itu mereka bergembira merayakan masa kecilnya yang penuh kebebasan tanpa terlalu banyak aturan. Mereka tak peduli kebersihan air sungai, tak peduli apapun selain bersenang-senang. Bukankah itu indah?

Saya tiba-tiba ingat ungkapan penyair India terkenal, Tagore. Ia berkata bahwa “anak-anak adalah mereka yang mencintai debu.”

Namun bukan hanya mereka yang senang hari itu, saya juga. Saya bersenang-senang mengecap pengalaman untuk bersama mereka, untuk belajar hidup di negeri orang di tempat yang jauh dari rumah, memahami bahwa saya tinggal di negeri yang luas dengan begitu banyak budaya dan kehidupan yang berbeda-beda. Saya berusaha merayakan pengalaman langka ini seperti anak-anak Paking menikmati mandi sore di Sungai Mentarang. Selamat merayakan.

(Catatan harian kuliah kerja nyata, 26 Juni 2012)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s