Setelah 2 Tahun

Saya pernah bercerita tentang sebuah senja yang indah di lapangan terbang Bandara Adi Sucipto Jogjakarta. Saat itu saya merasa itulah senja terindah yang pernah mata saya saksikan. Suatu sore yang basah sehabis hujan, langit Jogja mencoret dirinya sendiri dengan semburat jingga yang tak terlupakan entah sampai kapan. Sore itu saya hendak terbang ke Jakarta setelah tak kuat menahan kerinduan pada rumah. Saat itu Januari 2011.

Dua tahun setelahnya tanpa rencana saya kembali mencapai lapangan terbang Adi Sucipto itu. Kini tak dalam rangka sehabis plesir di Jogja, namun hanya sebatas transit dalam penerbangan Kupang – Jakarta. Setelah transit di Surabaya, pesawat yang saya tumpangi rupanya transit sekali lagi. Di sore yang hampir persis saya menikmati lagi semburat jingga di Adi Sucipto. Sebuah kebetulan yang luar biasa.

Saya tak pernah memotret kedua senja itu, namun lewat tulisan ini saya ingin membuatnya abadi sebagai kenangan. Toh dalam ingatan saya rasa keduanya tak akan terlupa. Mungkin suatu waktu di usia senja kelak, saya akan mengingat keduanya. Bahwa pada suatu masa di masa muda, saya sempat dua kali melumat langit jingga merekah di sore hari di kota yang saya cintai tanpa alasan.

Sekian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s