Hilang

I.

Pernahkah kau berulang kali merasa kehilangan sesuatu, sesuatu yang sangat berharga yang mungkin tak akan kau punya lagi sampai nanti malaikat maut menjemput tubuhmu yang memutih, sesuatu yang seringkali hadir dalam bayangmu saat kau berjalan menyebrangi malam menuju pagi, sesuatu yang tak jarang menjadi tekstur langit senja tatkala kau bertualang menikmati kesendirianmu di kota asing, sesuatu yang kau sesali tak bisa merangkul pundakmu dalam upayamu berjalan tertatih-tatih melewati belantara masa kuliah?

II.

Rasanya baru kemarin siang waktu membawa pergi segala kenangan itu ke dalam abu dan ragu, saat petir itu pecah di siang yang bolong saat pantat terduduk gelisah di bangku berbiaya mahal di hari kedua menjadi seorang mahasiswa. Rasanya belum lama deru mesin mobil tua menyentak tatkala omong kosong dua orang saling balas di dalamnya, bicara tentang hal-hal sepele yang tak lama kemudian akan jadi memori yang abadi, yang tak bisa dilupakan meski kata-kata yang terekam tak lebih berarti dari sepotong puisi patah hati.

III.

Kita tahu kehidupan dan takdir adalah lelucon terbaik untuk dimaki dan ditunjuk-tunjuk sambil bibir mengumpat tak jelas. Karena keduanya seringkali main-main dengan cara yang tak sopan, yang tak berbobot, yang pantas dihujat dan diumpat. Keduanya memberi sesuatu tanpa meminta ucap terima kasih tapi juga mengambilnya kembali tanpa pernah sekalipun meminta maaf. Adakah kelakar yang lebih kasar dari yang bisa ditawarkan oleh kehidupan dan takdir?

IV.

Dan memang begitulah nasib menjadi manusia yang lahir dan mati tanpa memiliki apapun, kecuali nasib itu sendiri. Kita hanya bisa pasrah mendapati tangan takdir dengan kuku-kukunya yang cantik dan tajam berbuat seenaknya pada kehidupan yang olehnya kita diberi dan diminta untuk merawatnya. Kita hanyalah semacam ketidakmampuan yang cuma mampu meratap sambil sesekali teriak dan berontak tanpa pernah sekalipun melawan suratan. Kita tak lebih dari pementas teater hidup yang dipaksa untuk menikmati segala keindahan dan kesengsaraan menjadi boneka. Lalu hilang diinjak waktu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s