Kebebasan Itu Omong Kosong

Ceritanya sudah lama saya tak menonton tv. Kotak yang bergambar dan bisa bersuara itu seolah tak lagi menarik bagi saya. Hingga suatu waktu saat sepotong iklan provider telekomunikasi memulai promosinya dengan kalimat “kebebasan itu omong kosong”. Seketika saya menatap fokus pada layar kaca, memperhatikan iklan itu hingga habis. Rupanya setelah mencoba kritis di awal iklan, promosi tersebut justru berbohong di akhir dengan menyatakan bahwa “bebas itu nyata.” Tapi siapa yang tak berbohong di iklan.

Iklan tersebut punya dua versi yang dipisah berdasarkan gender. Satu versi dinarasikan oleh laki-laki, yang lainnya oleh perempuan. Intinya tetap satu, yaitu menjelaskan bagaimana kebebasan itu merupakan omong kosong. Kebebasan absurd karena ia tak pernah bebas, ia selalu terikat dan terhimpit pada sesuatu yang melingkarinya, pada batasan yang mengelilinginya. Bebas, tapi hanya dalam batasan itu. Selebihnya tidak bebas. Misalnya kebebasan untuk membuat pilihan, asal sesuai pilihan-pilihan yang tersedia. Ya, omong kosong.

Lebih absurd lagi bagi saya karena iklan itu saya lihat saat sedang berlayar dengan tentara angkatan laut republik ini. Di tengah lautan luas yang bebas lepas saya tinggal dalam suatu lingkungan militer yang sebagaimana pun bebasnya tetap terikat pada aturan-aturan militerisitik nan kaku. Bayangkan saya sedang berada di anjungan kapal. Saya menatap kebebasan lautan raya sambil kaki saya menginjak sesuatu yang penuh aturan. Dan memang selama 43 hari saya hidup dalam sistem ketat milik marinir, angkatan laut, dan universitas. Bebas sih, tapi..

Kembali ke iklan tadi. Awalnya saya pikir iklan tadi berusaha mendobrak pemikiran yang kolot dengan sesuatu yang posmodernis. Menyuguhkan fakta ini itu tentang kebebasan yang tak bebas. Saya pikir iklan itu bisa jadi semacam cambuk bagi masyarakat untuk memikirkan kembali makna kebebasan itu. Tapi apa lacur, sebuah iklan hanyalah sarana bagi kapitalis. Sebebas apapun nantinya masyarakat, ia akan tetap patuh pada sistem buatan kapitalis itu. Lagi pula iklan itu tumbuh di televisi, kotak ajaib yang selama ini telah menyetir cara berpikir kita. Kebebasan itu omong kosong.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s