Resah

Melankoli rupanya tak bisa diselesaikan dalam satu dua hari. Tak pula tuntas lewat guratan puisi dan teks yang samar. Tak mampu berakhir dalam kesibukan yang menyiksa. Ia tetap hidup menyertai pagi siang malam, tetap setia menguliti jiwa yang tak tentram. Ia mungkin tak terlihat, seakan tak ada, tapi ia bisa hadir sekejap dalam rupa yang meresahkan. Keresahan lalu tumpah dalam kata-kata. Juga ingatan tentang sebuah lagu.

Yang menyiksa adalah memikirkan kemungkinan-kemungkinan. Terlebih kemungkinan terburuk dari yang terburuk. Kemungkinan yang sanggup membuat kehancuran, nestapa tanpa akhir. Kemungkinan yang tak punya nama, tak punya daya untuk dilawan. Tapi toh itu baru kemungkinan. Mungkin kesempatan masih ada. Entah kesempatan macam apa jika tangan tak pernah coba direngkuh. Kemungkinan terburuk tadi mungkin yang terbaik.

Jadi daripada memikirkan ketidakpastian di depan sana, bukankah ada baiknya larut saja dalam lautan rasa yang menenggalamkan ini? Balutan nada, irama, dan kata lalu terngiang dalam telinga. Puisi yang dinyanyikan itu tentang keresahan. Mungkin saja pas untuk menemani kesunyian malam yang mencekam, yang sanggup membawa pikiran pada kerinduan. Lalu pada keresahan. Lagu itu mengalun pelan, mendayu-dayu, lama-lama semakin deras, menenggelamkan, mati ditelan malam.

Kalimat “aku ingin berjalan bersamamu di antara malam yang gelap, tapi aku tak bisa melihat matamu” yang mengawali bunyi yang merdu itu saja sudah menciptakan permulaan yang pahit. Lirik terus dinyanyikan sang penyair, terus menusuk yang mendengar. Kemudian waktu membawa puisi bersuara itu ke nada yang tinggi, yang berbunyi “aku menunggu dengan sabar di atas sini melayang-layang, tergoyang angin menantikan tubuh itu.” Penjelasan lalu tak perlu lagi. Teks tuntas disini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s