The Big Year

Saya menemukan The Big Year di rak rental dvd langganan. Saya tak pernah dengar film ini sebelumnya. Yang membuat saya mengambil dan menyewanya adalah nama-nama yang tertera pada sampulnya. Owen Wilson, Jack Black, dan Steve Martin adalah pria-pria yang bisa kita percaya untuk menghadirkan humor segar yang menghibur di depan mata. Pilihan saya tak salah. Bahkan saya dapat lebih dari sekedar komedi ringan.

The Big Year bercerita tentang tiga orang pria yang terobsesi pada birding, bird watching, atau apalah yang terkait dengan burung. Ketiganya mengikuti semacam kompetisi selama setahun penuh untuk sebanyak-banyaknya melihat dan memotret aneka spesies burung seantero Amerika. Kenny Bostick yang diperankan Owen Wilson adalah sang pemegang rekor. Sementara Brad Harris (Jack Black) dan Stu Preissler (Steve Martin) adalah penantangnya.

Tentu tak hanya mereka bertiga yang mengikuti lomba tersebut. Puluhan bahkan ratusan orang mengikuti kompetisi unik  tersebut. Dikisahkan pada akhir kompetisi, Kenny Bostick memperbaharui catatan rekornya dengan jumlah 755 spesies burung ia lihat dalam setahun, sementara Brad Harris berada persis dibawahnya dengan catatan 754 spesies burung. Stu Preissler sendiri tak diceritakan berapa jumlah spesies burung yang akhirnya ia potret dalam setahun.

Ketiga pria tersebut memiliki latar kehidupan maupun kisah kehidupan yang berbeda selama mengikuti turnamen. Sang juara Bostick dikisahkan harus rela meninggalkan istrinya yang sangat mendambakan kehadiran seorang bayi. Bostick akhirnya balik ditinggal istrinya yang terlanjur kecewa pada dirinya yang tak serius membina rumah tangga akibat obsesinya pada burung. Meski memenangi obsesinya, ia kehilangan cintanya.

Brad adalah karyawan yang menganggap bahwa birding merupakan panggilan hidupnya. Ia sendiri dianggap aneh oleh ayahnya karena hasratnya terhadap burung. Namun pada akhirnya ayahnya mengerti mimpi anaknya dan bahkan menemaninya melihat spesies burung yang langka. Brad di ujung film hidup berbahagia dengan mendapatkan pasangan yang juga pecinta burung, meski gagal memecahkan rekor Bostick.

Sementara itu, Stu adalah pengusaha sukses yang sudah dua kali menunda pensiun. Ia akhirnya mengikuti lomba ini dengan mengorbankan pekerjaannya dan menuruti kata hatinya. Ia didukung penuh oleh istri dan keluarganya. Pada pertengahan tahun lomba, ia sempat pulang ke rumah dan menengok cucunya yang baru lahir. Stu sama seperti Brad digambarkan hidup bahagia pada akhirnya meski gagal memenangkan turnamen.

Meski terdapat perbedaan dalam kehidupan pribadi masing-masing, ketiganya juga mempunyai persamaan. Ketiganya adalah pemimpi yang gila, pria dengan obsesi aneh, pecinta burung. Meski banyak orang yang meremahkan gairah mereka terhadap burung, mereka tak peduli. Mereka hanya mengikuti kata hati, mengikuti tiap siulan burung di sepanjang Amerika. Mereka menjalani apa yang mereka ingin jalani. Simpel saja.

Tentu tak mudah di dunia yang teratur ini untuk melakukan yang dilakukan ketiga orang tersebut, yaitu melakukan kata hatinya. Stu sendiri baru menjalaninya pada umurnya yang sudah sangat tua karena tuntutan yang memang tak memungkinkan untuk berkompetisi setahun penuh dan meninggalkan segi kehidupan lainnya. Sulit untuk setahun penuh hidup hanya demi burung sementara dunia luar menuntut hal yang sama sekali berbeda.

Tapi toh pada akhirnya Stu menjalani juga jalan hidupnya. Tak ada kata telat untuk melakukan sesuatu yang dicita-citakan, tak terlalu tua pula untuk menghidupi hidup yang benar-benar diinginkan. Brad pun tak kalah hebatnya mendapat resistensi secara tersirat dari kantor dan ayahnya. Pun Bostick yang berulang kali dimarahi oleh istrinya yang kecewa berat padanya.

Stu, Brad, dan Bostick adalah tipikal orang yang berkeras pada kemauannya, meski kadang kemauan itu dianggap aneh dan gila oleh masyarakat. Mereka rela menukar kehidupan yang telah mapan dengan suatu keajaiban bernama burung, yang bagi mereka lebih berarti dari apapun juga dalam hidup, yang sayangnya bagi orang lain tak ada artinya. Mereka tak peduli. Mereka pergi. Meninggalkan bisnis, pekerjaan, keluarga, atau bahkan cinta keduanya, setelah burung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s