Tentang Waktu yang Berlalu

Yang terang adalah malam.

Waktu itu entah hari apa, entah tanggal berapa. Yang jelas malam, gelap, pekat.  Setelah menghabisi sore dan sedikit malam di kantin kampus, kaki beranjak pulang. Saya menuju mobil yang terparkir di parkiran kampus seberang. Memutar kunci pintu, terbukalah dan masuklah dan duduklah saya di belakang setir. Mesin lalu menyala beserta lampu, lalu mulailah tangan memutar-mutar kemudi. Mobil bergerak.

Pada saat lampu sen menunjuk kiri, mobil berhenti, menunggu sapuan kendaraan lain dari arah kanan. Beberapa detik kemudian berbeloklah ia, si lancer sl keluaran tahun 82. Pada saat berbelok itu angan saya tiba-tiba saja terbang, lepas menuju masa lalu, menuju masa awal menjadi mahasiswa. Waktu itu saya ingat saya sedang berbelok di titik yang sama, di atas mobil yang sama, di malam yang sama gelapnya.

Pada rangkaian kesamaan yang kebetulan itu saya merasa dua setengah tahun lebih muda. Saya adalah mahasiswa baru yang baru saja pulang ke rumah setelah makan malam di kantin kampus sembari menemani kawan-kawan seangkatan berbuka puasa. Saya ingat malam itu saya makan sate kambing. Setelah selesai makan kita berbincang-bincang kecil sebelum akhirnya malam semakin larut menyuruh kita pulang.

Saya dan rombongan menuju arah keluar kampus. Ada yang menuju halte fakultas, ada yang menuju stasiun, ada yang menuju parkiran motor, dan saya menuju parkiran mobil. Saya lalu menaiki mobil, mengendarainya keluar pelataran parkiran, lalu sedikit melambai kepada teman yang menuju stasiun dengan melewati jalan setapak yang membelah hutan. Saya waktu itu adalah seorang anak yang baru kehilangan.

Kini dua setengah tahun berselang. Rasa hilang itu telah pudar. Kini saya bertumbuh menjadi mahasiswa yang sedang menuju garis finis. Mulai kepayahan melewati aral rintang akademis ini. Bibir pun sudah terlalu sering mengutuki keadaan dunia kampus. Tapi saya tetap menjalani kehidupan yang tak saya suka ini. Mencoba menyelesaikan apa yang telah dimulai. Mencoba bertanggung jawab pada pilihan semula.

Angan saya telah sepenuhnya kembali ke masa kini. Saya membayangkan lagi suatu hal yang seringkali saya bayangkan. Tentang waktu yang berlalu cepat sekali. Seakan baru kemarin saya masuk kampus ini, baru kemarin pulang malam setelah makan sate kambing bersama teman seangkatan yang baru saya kenal. Kini saya sudah tak sabar lulus dan lepas dari sangkar emas pendidikan ini, dan teman seangkatan tadi tiba-tiba sudah jadi kumpulan saudara yang akrab.

Waktu berlalu cepat. Ya memang. Dan saya rasanya sudah berulang kali mengucapkannya, meski dalam hati. Tapi saya tak terkejut mengucapnya lagi. Waktu memang berlari nyatanya. Dan saya hanya memantaunya dari kejauhan dan tak pernah benar-benar berlari cepat. Sekedar mengikuti arahnya dan tiba-tiba tertegun betapa jauhnya ia telah berlari. Saya dibiarkannya termenung membayangkan kecepatannya. Kaku dengan kepala menggeleng.

Lalu saya dibiarkannya bertanya tentang apa yang terjadi selama waktu yang berlalu itu. Apa saja yang pergi dan datang selama itu. Apa saja putih dan hitam yang tertoreh di jejak-jejak kalender pada rentang tersebut. Atau bahkan hingga pertanyaan sederhana seperti, berapa sentimeter tinggi tubuh bertambah, berapa banyak kata baru yang tertumpuk dalam lemari otak yang ruwet, dan berbagai pertanyaan tak penting lain menghiasi kepala.

Tapi rupanya pertanyaan itu terlalu banyak untuk terjawab. Jadi saya simpan pertanyaan itu dalam hati, lalu mencoba menatap saja ke masa kini yang sedang dilalui. Mencoba berlagak cuek atas masa lalu yang telah lewat, mencoba lupa atas dua setengah tahun ke belakang. Tapi tak bisa. Saya lalu menginjak gas lebih dalam, tangan kiri memencet tombol radio. Dan melantunlah Kita Adalah Sisa-Sisa Keikhlasan Yang Tak Diikhlaskan milik Payung Teduh. Matilah saya.

Advertisements
Posted in ide

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s