Musuh

Liga Italia berjalan cepat dan lamban sekali musim ini. Giornata kedua puluh sembilan tengah berjalan. Milan masih di atas dengan Juventus menguntit berjarak empat angka. Sebagai Juventini, dari kedalaman hati yang terdalam saya salut terhadap Milan yang meski dihajar badai cedera namun masih mampu bercokol di puncak hingga kini. Tadi malam mereka mengalahkan Roma setelah tertinggal lebih dulu. Ibrahimovic adalah alasan Milan masih tetap di atas.

Sepasang golnya tadi malam membalikkan keunggulan Roma di babak pertama. Saya sudah girang melihat skor babak pertama yang dimenangkan Osvaldo untuk Roma. Milan kehilangan Thiago Silva sejak menit sepuluh. Dengan Bonera bermain sebagai bek tengah, saya percaya Roma bisa memperoleh sesuatu dari San Siro malam tadi. Tapi saya keliru. Kekuatan mental dan kartu truf bernama Ibra membuat harapan saya hancur lebur. Juve dan Milan lalu berjarak tujuh.

Memang Juve belum bermain sehingga jarak bisa dipangkas lagi menjadi empat. Juve sendiri juga melakoni partai besar bertajuk Derby D’Italia melawan Inter. Saya membayangkan betapa riuhnya Juventus Stadium menyambut pencuri dua scudetto datang ke rumah baru Juve. Bisa ditebak sepanjang pertandingan fans Juve takkan henti bernyanyi, bersuara, serta mengejek Inter dengan teriakan “inter inter vaffanculo” atau menyenandungkan cori 5 maggio nan masyhur.

Pertandingan melawan si ular akan sangat penting bagi Juve demi memelihara asa mengejar Milan. Kemenangan adalah harga mati yang bernilai ganda. Menjaga peluang scudetto, sekaligus mengajarkan Inter dengan santun tentang siapa raja Italia sebenarnya. Pertandingan nanti malam akan jadi partai dimana Juve akan melawan seluruh kota Milan, baik mereka yang beraliran merah hitam maupun biru hitam.

Kedua klub Milan tersebut memang jadi musuh bebuyutan Juve sejak lama. Waktu menceritakan bagaimana perseteruan Juve dengan duo Milan dipelihara oleh berbagai momentum sejarah yang penting. Tapi untuk kedua musuh tersebut, saya punya pandangan berbeda terhadap masing-masing. Pandangan yang terbentuk oleh pergolakan waktu dan pemberitaan media. Saya mungkin tak obyektif, tapi siapa peduli. Toh saya fans, bukan analis.

Milan, seperti saya sebut sebelumnya, adalah musuh yang saya berikan aplaus. Saya membenci Milan dengan sepenuh hati sebagai musuh di dalam lapangan, sebagai musuh persaingan yang sehat, sebagai kompetitor tangguh yang selalu menyulitkan, sebagai rival abadi berdasarkan sejarah. Saya akan dengan senang hati memuji Milan sebagai musuh yang hebat, karena memang mereka begitu. Permusuhan dengan Milan adalah permusuhan murni di dalam lapangan.

Tapi saya membenci Inter dengan nuansa yang tak sama. Saya benci Inter sebenci-bencinya. Membencinya sebagai lawan yang curang, musuh yang tak tahu malu, rival di dalam dan luar lapangan yang senantiasa mengesalkan. Permusuhan dengan Inter lebih disulut apa yang terjadi di luar lapangan, tepatnya oleh karena calciopoli. Seperti ribuan Juventini lain di dunia, saya percaya Inter dengan Moratti-nya adalah dalang skandal tersebut.

Sebelum calciopoli saya menganggap Milan sebagai satu-satunya musuh Juve yang patut diperhitungkan. Tentu karena persaingan di dalam lapangan dan di tabel klasemen. Setelah calciopoli meletus, saya jadi lebih memusuhi Inter, padahal tahu mereka bukan apa-apa di lapangan dan di classifica. Mourinho memang datang sebagai mesias, tapi itu temporer, khas tim medioker. Membenci Inter ibarat membenci perampok yang menggondol seisi rumah.

Maaf, tulisan ini harus diselesaikan segera sebelum marah berlanjut tambah parah. Saya tak bisa membayangkan bagaimana rasanya menonton pertandingan nanti malam, pasti mendebarkan dan penuh emosi. Sekali lagi tulisan ini diambil dari sudut pandang saya sebagai Juventini. Respek saya kepada Milanisti dan Internisti yang mengerti. Seperti Camilo Jose Cela yang menulis edisi definitif La Familia de Pascual Duarte kepada musuh-musuhnya, begitu pun saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s