(Anti) Mainstream

Terdapat dua arus mengalir berlawanan. Yang satu dinamakan mainstream, yang lain dinamakan anti-mainstream. Arus pertama adalah arus utama dimana mayoritas manusia terjun dan larut dalam alirannya. Arus kedua merupakan arus yang menentang arus utama dimana manusia yang mengalir bersamanya tak sebanyak pada arus utama. Keduanya mengalir dalam sungai yang sama.

Sungai itu bernama kehidupan. Manusia selalu harus memilih mana yang akan diikutinya. Umumnya setiap orang akan ditunjukkan dan diajarkan untuk pergi berenang di arus utama, tapi tak jarang mereka berontak dan berenang melawan arah, menentang mainstream, menjadi anti-mainstream. Hasrat menjadi berbeda adalah salah satu alasan. Repotnya adalah ketika anti-mainstream kadang berubah jadi mainstream pada suatu waktu. Dua arus itu jadi tak ada bedanya.

Karena saking asiknya berenang dalam arus non-mainstream, orang tak sadar bahwa ia sedang larut dalam arus mainstream. Mungkin karena semakin banyak orang yang terjun ke anti-mainstream sehingga arus tersebut jadi yang utama. Mungkin karena setiap orang ingin jadi beda. Pelan-pelan semuanya malah meninggalkan mainstream. Menuju anti-mainstream dan alpa bahwa semua juga begitu. Mereka tetap menjadi mainstream.

Ketika semua orang menjadi pemberontak, yang tidak memberontaklah yang justru sedang memberontak. Arus pemberontak yang begitu deras justru menenggelamkan mereka sehingga mereka tak bisa berbuat apapun, tak bisa memberontak, hanya terseret arus. Alih-alih berbeda mereka justru jadi seragam. Awalnya ingin berdandan nyentrik tapi lupa diri bahwa yang lain juga sama. Tak ada bedanya.

Tapi yang lebih membingungkan adalah anti-mainstream adalah mainstream. Tidak, saya tidak bicara tentang fixie yang justru jadi mainstream. Atau bukan tentang punk yang mungkin suatu hari akan jadi gaya hidup mayor. Maksud saya adalah mayoritas orang memilih menjadi anti-mainstream. Mainstream saat ini adalah anti-mainstream. Jadi bukan perilaku anti-mainstream yang jadi mainstream, tapi anti-mainstream itu sendiri yang telah menjadi mainstream.

Manusia lalu hidup dalam kebingungan. Persis seperti tulisan ini yang tak jelas bicara soal apa. Orang lalu terjun ke dalam sungai hidup, larut dalam ketidakjelasan arusnya, terseret kesana kemari, dan tak pernah tahu sedang ada dimana. Siapa pula yang peduli itu lagi setelah arus-arus kini tak ada bedanya. Mereka saling berhajaran tapi tak punya nama yang membedakan. Saya duduk di tepi sungai, mengamati sekilas. Tak lama berdiri, melompat ke dalam sungai.

Advertisements
Posted in ide

6 thoughts on “(Anti) Mainstream

  1. mau menanggapi ttg fenomena ini, boleh ya…
    ada apa sih orang2 ini dengan mainstream dan anti-mainstreamnya? pada ga punya selera apa ya–apalagi orang indonesia(beneran ini seriusan). kalo emang suka, emang bagus,emang keren dan cocok menurut diri sendiri yaudah gausah pake 2 hal itu, ya ga? toh, 2 hal tersebut menimbulkan budaya borjuis, konsumerisme yang berkontribusi pada korupsi—yg sekarang lagi jaman. kenapa jaman? karena anak2 koruptor itu menganut si mainstream-antimainstream yg lg jaman, mau makan red velvet di union misalnya, mahal gapunya duit, minta sama bapaknya. bapaknya ga punya duit sebenernya, tapi dia bilangnya punya.makanya dia korupsi supaya buat anaknya seneng, istrinya yg bodoh tapi pake blackberry dan ipad juga seneng dan ga ngoceh. jadi bahaya banget nih anak2 jaman sekarang yg makan red velvet, beli nutella mahal, pake ipad, make satchel yg mahal, anti-mainstream jadi mainstream. mereka loh sebenernya penjahat di indonesia ini, bukan bapaknya.bapaknya yg korupsi cuma jadi korban atau mengorbankan diri supaya anaknya seneng, itu doang coba perhatiin deh.

    cheers x

    Like

  2. malem gan.
    ane masih bingung sama anti mainstream dan ane bingung maksud mainstream sendiri itu apa..
    ane butuh yang lebih akurat aja nih gan sama yang ane tanyain.
    thankyou gan

    Like

    1. wah bingung juga nih jelasin (anti)mainstream, singkatnya mainstream tu sesuatu yang dominan, mayoritas, sementara antimainstream ya lawannya.

      misalnya make blackberry tuh dianggap mainstream, sementara yang ga make bb ya antimainstreamnya.

      tulisan ini sih bukan mau maparin apa itu (anti)mainstream, cuma sekedar pandangan pribadi terhadap persoalan ini.

      thx anyway

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s