McCandlessisme

Pada suatu malam seorang pemuda eksentrik menceritakan pada seorang petani ladang di Carthage tentang rencananya berkelana menuju Alaska. Si petani lalu balik bertanya pada si pemuda tentang apa yang akan dilakukannya selama berada di alam liar Alaska. Si pemuda gila lalu mengeluarkan kalimat ini dari mulutnya: You’re just living, man. You’re just there, in that moment, in that special place and time.

Cerita tersebut adalah salah satu adegan dalam film favorit saya Into The Wild yang bercerita tentang seorang pengembara muda yang akhirnya mati di keliaran yang diinginkannya di Alaska yang ganas. Pemuda nyentrik tersebut adalah Chris McCandless alias Alexander Supertramp. Cerita itu berlatar di suatu bar di Carthage, salah satu tempat yang disinggahinya sebelum menuju Alaska. Disana ia bekerja di ladang milik Wayne Westerberg, lawan bicaranya dalam adegan tersebut.

Saya tertarik pada jawaban yang dilontarkan McCandless diatas. Bagi dunia turisme mainstream, jawaban McCandless jelas menyalahi aturan tentang cara berwisata yang baik dan benar. Turisme memang mengajarkan turis untuk tidak “sekedar hidup dalam waktu dan tempat yang spesial.” Turisme menuntut seseorang untuk melihat dunia sebagai atraksi yang mesti dinikmati tanpa mata mengedip.

Yang hilang pada turisme seperti itu adalah hidup itu sendiri. Hidup seakan terpisah dari turisme, wisata, perjalanan, petualangan, atau apa pun orang menamainya. Ketika berwisata turis tidak lagi berada pada kehidupannya, ia beranjak keluar dari hidupnya dan menuju suasana lain yang berbeda dari kehidupan sehari-harinya. Tapi McCandless bukanlah seorang turis mainstream dengan jadwal kaku dan rencana matang. Ia bebas. Ia hidup.

Suatu petualangan bukanlah bagian yang lepas dari kehidupan. Ia adalah kehidupan itu sendiri. Atau mungkin seseorang lain memaknainya sebagai cara untuk menemui gairah hidup dan belajar tentangnya. Jadi petualangan bukan sekedar memotret foto, melihat museum tua, memandangi sunset, bermain ke pantai terkenal, atau mencicipi kuliner lokal. Petualangan adalah hidup seperti biasanya, hanya berbeda pada tempat, waktu, manusia, budaya, dan hal-hal baru lain.

Sebagai penganut ajaran McCandless saya menyadari sepenuhnya dalam tiap perjalanan bahwa mengunjungi obyek wisata tertentu bukanlah keharusan. Yang terpenting adalah menikmati perjalanan sesuai apa yang sedang diinginkan, menikmati kehidupan. Ketika ingin bermalas-malasan sepanjang hari dan tak ingin pergi menuju obyek wisata tertentu, lakukanlah. Toh itu tetap spesial karena kita bermalasan di tempat yang berbeda jauh dari rumah.

Oleh karenanya tak usah resah apabila dalam suatu perjalanan di tempat tertentu kita melewati hari persis seperti dengan rutinitas sehari-hari di rumah, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi di malam hari. Artinya kita tak membedakan perjalanan dengan kehidupan, sehingga keduanya tak saling lepas. Satu yang pasti, hari tersebut tetaplah spesial karena kita menghirup udara yang berbeda di bawah langit yang berbeda pula.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s