Senin

Di ujung pekan selalu terdengar keluhan tentang esok hari. Seakan hari senin adalah semacam kutukan. Entah apa yang membuatnya begitu menyeramkan, namun senin memang selalu terasa bermakna negatif. Kita semua tahu ada ungkapan terkenal tentang senin. Ya, I hate Monday! Seburuk itukah senin hingga ia dibenci? Atau sebenarnya kita yang berteriak penuh kebencian pada sebuah hari sebenarnya sedang membenci diri sendiri?

Saya ingat waktu masih duduk manis di sekolah dasar, senin telah jadi momok. Upacara bendera yang mengharuskan berdiri lama di bawah terik tentu selalu jadi alasan untuk malas bangun pagi. Semakin besar, meski upacara bendera tak lagi dilakoni, senin seakan tak berubah. Ia tetap monster. Mengapa? Mungkin saja itulah buah sosialisasi bertahun-tahun. Senin mungkin telah terkonstruksi sebagai hari untuk mengeluh. Alasannya kadang samar.

Sekarang di jaman teknologi maju dengan berkembang pesatnya media sosial, senin, seandainya punya mulut, pasti akan selalu cemberut. Sejak minggu sore orang-orang telah ramai menuliskan berbagai keluhan, cerita, penyesalan, ketidaksiapan, kegeraman, kemarahan, pada hari yang esok akan datang. Senin semakin terkesan buruk rupa. Tak hanya orang awam, tokoh-tokoh terkenal pun tak luput mengeluh tentang senin.

Di Jakarta, senin punya arti yang lebih tegas sebagai hantu. Kemacetan jalanan sudah terbayang sejak minggu petang. Pikirian tentang tugas kantor ataupun sekolah telah bikin tidur jadi susah di minggu malam. Senin adalah penanda akan datangnya kenyataan yang sebenarnya, yang brutal. Orang membenci penanda itu karena tau tak bisa melawan realita yang sebenarnya dibenci. Senin seolah jadi limpahan segala macam emosi tak mengenakkan.

Senin memang terlanjur jadi mitos urban. Ia adalah horor bagi mereka yang membanting tulang. Ia adalah badut nakal bagi anak-anak yang tak puas bermain. Ia adalah catatan kelam bagi siapapun yang merasa hari-hari adalah pengulangan tanpa arti. Bahkan, Tagore pernah menggambarkan senin dengan penuh pesimisme. Ia menyebut bahwa langit senja di hari minggu selalu tampak kelam.

Advertisements
Posted in ide

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s