Bunyi Kaki

Saat itu malam di pelataran sebuah perpustakaan megah. Suara musik teduh memayungi seantero udara. Saya tenggelam dalam baris nada dan getar iramanya. Tak berisik, tak menggebu, tapi penuh gairah. Sebuah gairah yang sunyi dan tanpa nama. Saya seperti terjebak dalam penjara bernama bunyi. Entah oleh suruhan siapa saya menundukkan kepala. Berusaha menikmati lagi kedalaman nada dan kata-kata sang penyanyi. Tapi saya dapat lebih dari itu.

Saya mendengar bunyi kaki. Kaki itu sedang melangkah perlahan dan kadang berhenti cukup lama sebelum bergerak lagi. Bunyi itu kadang terdengar seperti sebuah lompatan. Kadang keduanya terdengar berlari, kadang pelan, mengencang, dan tentu setiap yang lari kencang pasti dapat berhenti. Kadang mereka sunyi sekali, sama sekali tanpa bunyi. Pada suatu kala mereka seperti tak sedang menjejak, mereka seperti berbisik, gemerisik.

Saya lalu tenggelam lebih dalam. Kini saya dapat mendengar bunyi lain. Ah bunyi ombak menari seperti balerina kecil yang menari karena hanya ingin menari. Tak lama kemudian sayup suara angin menghembus patah-patah seperti sedang meliuk di kehijauan hutan. Namun angin itu semakin kencang, berisik, dan berwangi malam yang beku. Saat ia semakin dingin saya mendengar salju jatuh rintik-rintik.

Lalu semuanya buyar setelah ada suara lain yang seakan tenang namun merusak. Ternyata suara yang merusak tadi bernama kenyataan. Ia tampak tenang namun sejatinya gelisah. Karenanya ia bongkar bunyi lain dan memaksakan iramanya masuk, tak peduli apapun. Sambil masuk menyentuh ke kedalaman, bunyi-bunyi sebelumnya semakin terdengar pelan tiap detiknya. Lalu lenyap tanpa bekas.

Saya lalu tersentak dan mencoba tegak kembali. Saat membuka mata saya tak lagi di halaman perpustakaan. Namun bunyi musik yang teduh itu masih bernyanyi. Saya memperhatikan sekitar dan mendengar bunyi kaki tadi. Ah ternyata itu bunyi kaki saya. Keduanya sedang melangkah di temani bunyi angin pesisir. Kedua kaki itu sedang berjalan dengan panggulan besar di punggung. Mereka sedang melangkah tanpa tujuan. Hanya dituntun bunyi angin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s