Stang

Suatu sore di akhir tahun 2009 saya mengalami kecelakaan motor yang tak terlalu parah. Beberapa luka muncul bahkan menghiasi bagian tubuh hingga kini. Kala itu beberapa bagian motor pun mengalami kerusakan, termasuk stang. Terasa sekali ada yang berubah saat mengendarai motor itu. Kendali stang dan posisi ban tampak tak selaras. Dan hampir dua tahun berselang kondisi itu tetap tak berubah. Saya mengendarai sebuah motor yang sejatinya tak sempurna.

Tapi toh saya tak pernah mengalami kecelakaan lagi sejak saat itu. Meski stang tidak lurus, saya tetap mampu mengendarai motor dengan baik dan aman. Saya pun sebenarnya tak menyadari bahwa ada yang salah dengan stang motor saya. Saya baru sadar saat beberapa teman yang mengendarai motor saya protes dan mengatakan bahwa stang motor saya tak lurus. Tapi saya tak peduli, saya merasa baik-baik saja. Tak perlu ada perbaikan.

Mungkin dari sini saya belajar bahwa kesempurnaan kadang tak diperlukan bila kita telah terbiasa dengan ketidaksempurnaan. Kehidupan memang tak sepenuhnya benar dan kadang kita mendambakan hidup serba baik dan benar. Tapi kenyataannya kehidupan yang sempurna tak ada. Kita takkan bisa mendapatnya. Yang bisa kita lakukan hanyalah membiasakan diri dengan kecacatan hidup itu. Menari bersamanya seolah tak ada apa-apa.

Seperti saya membiasakan diri dengan stang motor yang tak lurus hingga kemudian terbiasa dan merasa stang tersebut lurus-lurus saja. Mungkin seperti itulah kita harusnya bersikap dalam meratapi kehidupan. Meski kadang ada orang yang seperti teman saya yang memprotes keadaan motor saya, kita bisa membalasnya dengan mengatakan, “ini kan hidup gue, bukan hidup lo, urusan gue, mending lo urus hidup lo”. Sama seperti saya membalas protes soal stang motor tadi.

Kini stang motor saya tampaknya telah lurus lagi. Saat saya mengganti ban dengan ban tubles dan meninggalkan di bengkel beberapa hari, si montir rupanya sekalian memperbaiki stang itu. Meski lurus, kini giliran saya yang merasa tak lurus. Mungkin karena terbiasa mengendarai motor dengan stang tak lurus. Saya pun harus membiasakan diri dengan stang yang seharusnya itu. Ah mungkin suatu waktu saya juga harus terbiasa bila hidup yang sempurna saya temukan.

Advertisements
Posted in ide

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s