Traveling Society

Saya baca istilah ini di salah satu koran, lupa koran apa, lupa kapan, lupa dimana. Lalu saat sedang berada di tengah keasingan Bandara Hasanuddin Makassar beberapa saat yang lalu, saya teringat lagi istilah itu. Saat itu saya sedang memandangi orang yang lalu lalang, sibuk, bising, semua dengan urusan masing-masing. Saya duduk, diam, dengan pikiran terbang ke lembar koran tersebut, ke kata-kata “traveling society”.

Bandara, stasiun, terminal, dan pelabuhan tak pernah sepi. Hampir tiap saat ada saja aktivitas manusia, baik yang bekerja di tempat-tempat itu maupun mereka yang menjadikannya persinggahan untuk menuju tempat lain. Arus mobilitas manusia dari satu titik ke titik lain memang menjadikan tempat-tempat di atas selalu hidup. Dan memang para penumpang, para traveler itulah yang  menghidupinya.

Mobilitas manusia lalu semakin berkembang seiring kemajuan jaman, khususnya di bidang teknologi transportasi. Kini orang bisa bangun pagi di Jakarta, makan siang di Bangkok, lalu tidur di Tokyo. Semua serba cepat dan menakjubkan. Kemampuan transportasi menghantar orang ke berbagai tempat (bahkan ke berbagai waktu) memang menjadikan perubahan pada pola berpergian masyarakat.

Orang kini bisa berpergian lebih sering dari biasanya. Alat dan akses transportasi memudahkan mereka bermobilitas secara geografis, menjadikan mereka pengelana. Kecepatan transportasi yang kadang lebih cepat dari kemampuan berpikir menciptakan suasana gegap gempita bagi mereka yang senang, butuh, atau wajib berpergian. Lalu apa hubungan semua itu dengan traveling society?

Entahlah, saya merasa kemajuan di bidang transportasi menciptakan perubahan pada masyarakat. Istilah “masyarakat yang berpergian” lalu muncul untuk menunjukkan masyarakat yang berpergian dengan intensitas yang tinggi. Masyarakat yang mungkin separuh hari-harinya berada di pesawat, di kapal, atau di kereta. Masyarakat yang mungkin supersibuk, atau jangan-jangan justru masyarakat yang kurang kerjaan, tapi kebanyakan duit.

Saya akan mencoba menjadi peramal. Saya yakin pada masa mendatang konsespi mengenai traveling society akan semakin ramai dibicarakan orang, terutama mereka yang menyelami ilmu sosial. Konsep ini akan berkembang terus sejalan dengan perkembangan jaman. Selain itu, mungkin suatu waktu masyarakat di bumi ini akan berjalan mundur kembali ke masa primitif, tak perlu rumah tetap, menjadi nomaden.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s