Teras

Pagi yang indah kadang bisa ditemukan secara sederhana, di sebuah teras. Ruang yang mungkin tak sebesar lapangan bola tapi cukup bisa menjadi arti bagi sebuah pagi. Teras ditambah dengan sehelai koran segar dan secangkir kopi mendidih mungkin jadi kawan yang baik di sela-sela dingin pagi. Atau ditambah pula celoteh anggota keluarga lain yang warnai udara pagi. Mungkin sepotong sastra atau segores pemikiran yang numpang lewat bisa juga menyempurnakan.

Teras itu mungkin ruang yang biasa-biasa saja. Tapi saya percaya semua hal itu luar biasa. Juga teras. Lalu saya merenung di suatu siang yang lengang, di teras, tentang teras. Teras itu ruang interaksi yang kadang luput dalam suatu rumah tangga. Walau tak sebesar ruang lain, teras bisa saja vital. Teras mencipta momen-momen yang kaya, tapi tak terduga. Momen sederhana yang penuh makna.

Disana bisa saja sang anak mencium tangan orang tuanya sebelum berangkat sekolah tiap harinya. Atau mungkin tempat suami istri mengobrol santai tentang cinta, tentang anak-anak, tentang masa tua, atau mungkin juga tentang kematian. Teras bisa juga arena kakak dan adik berlarian mengejar satu sama lain, bercanda, bertengkar, bercerita. Bisa juga ruang bagi ayah memangku anak perempuan sambil bercerita tentang dongeng Cinderella, atau tempat sang ibu menasihati anak laki-laki agar jangan nakal.

Apa jadinya suatu rumah tanpa teras? Entahlah. Coba tanyakan rumah-rumah modern nan minimalis itu. Rumah yang hanya punya sepetak teras formalitas, atau bahkan sama sekali tak ada teras. Demi menghemat ruang, arsitektur minimalis kadang tak mementingkan peran teras. Dan tanpa teras, mungkin ada yang hilang dalam suatu keluarga. Tak ada interaksi antara anggota keluarga seperti yang dimiliki rumah-rumah dengan teras. Mungkin.

Tapi masih untung kalo ada ruang lain yang bisa gantikan peran teras. Mungkin taman kecil di belakang rumah, yang dihiasi kursi malas dan warna warni bunga. Lebih beruntung kalau ditambah kolam renang. Ketersediaan ruang-ruang seperti itu dalam rumah bisa menambah sesuatu dalam hubungan keluarga, entah apakah sesuatu itu. Sesuatu yang mungkin tak didapat di ruang keluarga dalam rumah. Sesuatu yang tak ditemukan dimana-mana.

Jadi kita mungkin bisa memandang teras dengan lebih peka. Dengan melihat teras, kita tahu ada sesuatu didalamnya yang penting dan esensial. Kita jadi bisa menghargai waktu-waktu yang terbuang di teras. Larut dalam suasananya yang berbeda. Entah itu dihabiskan sendirian sambil membaca novel roman, atau bersama teman-teman sambil bercanda soal masa depan, atau dengan keluarga sambil menumbuhkan ketentraman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s