Legenda

Laga amal antara Juventus dan Torino baru usai. Keduanya berbagi dua gol. Tapi ini bukan laga amal biasa. Yang ada diatas lapangan bukan pemain-pemain tulang punggung klub pada saat ini, tapi legenda-legenda yang sempat menoreh sejarah di masing-masing klub. Para pemain masa lampau yang sepenggal kehidupannya dihabiskan diatas lapangan demi Juventus atau Torino. Yang karirnya pernah dihias warna hitam putih atau merah marun.

Mereka tahu pasti laga amal ini bagaimanapun bukan sekedar laga biasa. Ini tetaplah derby, derby della mole, derby torino. Dan layaknya derby, atmosfer tentu tak biasa, panas menggelora. Meski mereka juga sadar usia tak bisa sepanas dahulu ketika sedang kencang-kencangnya. Dan ini laga yang ditujukan untuk menghibur dan membawa masa lalu ke masa kini. Momen yang mungkin pas untuk membakar semangat kedua klub yang sama-sama terpuruk belakangan ini.

Pertandingan ini telah membawa saya ke masa kecil. Saat-saat pertama kenal sepakbola dan langsung jatuh cinta pada Juventus, menjadi Juventini hingga kini dan selamanya. Waktu-waktu ketika saya masih polos dan cuma tahu dua warna, hitam dan putih, bianconero. Juve waktu itu punya tim terbaik dengan komando maestro sepakbola bernama Zinedine Zidane. Pemain yang hengkang dengan banderol termahal kala itu. Lalu Pavel Nedved masuk menggantikan.

Sebagai Juventini, saya sadar laga lawan Torino bukan laga biasa. Juventus mewakili pendatang-pendatang di kota Turin, sementara Torino merepresentasi warga lokal yang terusik kemapanannya. Laga ini selalu spesial. Sayang Torino cukup lama tak naik ke Serie A, derby della mole jadi tak rutin dihelat tiap tahunnya. Derby yang paling saya ingat adalah ketika Enzo Maresca mencetak gol ke gawang Torino dan berselebrasi dengan menirukan gaya banteng, simbol Torino. Cukup untuk menyulut emosi seluruh elemen Torino.

Kembalinya legenda-legenda itu mungkin sekedar main-main. Mereka sudah tak secepat dan sekuat dulu. Tapi mereka tetaplah legenda. Mereka mengajari kita bahwa tiap sesuatu punya masanya, dan pada waktu yang singkat itu buatlah sesuatu untuk dikenang. Mereka telah habis, tapi nama mereka takkan pernah tercoret dalam catatan sejarah panjang klub. Legenda-legenda yang pernah membakar Torino sampai titik terpanas. Menggetarkan kota yang saya ingin datangi suatu waktu nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s