Alangkah Lucunya Negeri Ini

Ini judul sebuah film nasional. Salah satu film nasional terbaik yang pernah saya lihat. Ceritanya tidak penting. Isi dari ceritanya yang penting. Film ini tentang cara menertawai negeri keparat, yang sebenarnya lebih pantas untuk dikutuk daripada ditertawai. Film ini menghadirkan secara ekspilsit maupun implisit carut-marut negeri itu. Entah negeri apa namanya.

Banyak persoalan yang dibahas dalam film. Banyak sekali. Banyak karena persoalan dalam negeri tanpa nama itu memang sudah menggunung. Akan terus menggunung entah sampai kapan. Persoalan tersebut kemudian jadi semacam tali kusut yang susah untuk dapat diluruskan kembali. Kebanyakan kita jadi malas untuk meluruskan kekusutan itu, jadilah selamanya tali itu tetap kusut. Jadilah selamanya negeri itu tetap begitu, rusak.

Dikisahkan tentang seorang sarjana manajemen yang penggangguran. Karena saking sulit mendapat pekerjaan, pemuda itu jadi kreatif. Dia bina sebuah perkumpulan copet anak-anak. Dia punya tujuan baik untuk menjadikan anak-anak kurang beruntung itu berhenti mencopet. Tapi proses itu dilakukan bertahap. Awalnya dia tetap membiarkan aktivitas pencopetan dan mengumpulkan hasilnya dalam sebuah tabungan.

Pada akhirnya hasil copetan itu sebanyak sepuluh persen masuk ke kantong kosongnya. Tapi dia tepati janjinya. Perlahan setelah hasil copetan semakin banyak dia menyiapkan anak-anak tadi untuk menjadi pengasong, yang penting halal, tak seperti mencopet yang dianggap haram. Ironinya, adalah dia makan dari uang hasil copetan. Lebih ironis lagi karena ayahnya adalah orang yang dikenal beragama dengan baik.

Meski tujuannya hampir tercapai dan dia juga bekali anak-anak tadi dengan pendidikan umum dan agama, tapi persoalan tetap berlanjut. Setelah ayahnya tau apa yang dikerjakannya, dia sadar bahwa perbuatannya salah, meski juga benar, seperti banyak hal-hal lain di dunia yang tak jelas benar atau salah. Dia stop dan melepaskan anak-anak tadi pada pilihan untuk tetap mencopet atau melanjutkan rencananya untuk menjadi pengasong. Sebagian terjebak dalam masa lalu, sebagian bikin masa depan baru tanpa copet mencopet.

Yang menarik dalam film ini adalah keseleruhan isi dalam film ini menyajikan problema-problema yang nyata dan kasat mata tampak dalam kehidupan di negeri tanpa nama tersebut. Persoalan yang sangat banyak, dari yang dianggap kecil hingga yang dianggap masalah besar. Persoalan yang entah dimana akarnya. Persoalan yang bergulir seperti roda yang bundar, bergulir tanpa enggan berhenti. Negeri itu sudah rusak parah. Negeri itu ditinggali pula oleh orang-orang yang rusak, dari atas sampai ke bawah. Negeri itu warnanya merah putih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s