Rongsokan

Berawal dari kunjungan ke sebuah tempat yang mungkin bisa disebut tumpukan rongsokan yang tak ada artinya. Namun begitu masih ada saja orang yang datang kesana untuk menengok hal-hal rongsok itu, sisa kemewahan pada jamannya masing-masing. Ya tempat itu adalah tempat dengan pandangan mobil-mobil bekas yang tak lagi terpakai. Tua, rusak, dan karatan, kira-kira seperti itu penggambaran singkatnya.

Entah bagaimana mobil-mobil tak terpakai itu tiba disana. Sulit digambarkan. Begitu pula alasan kenapa masih ada saja orang yang mau menampungnya, sedikit memeliharanya. Tapi toh dalam situasi yang memang diperlukan, mobil-mobil rongsok tadi dan orang yang mengelolanya memang masih tetap dibutuhkan. Orang biasa datang untuk mencari beberapa bagian mobil yang mereka butuhkan untuk melengkapi kendaraannya, mungkin. Tapi kebanyakan memang seperti itu.

Kalau mungkin ada orang yang tak suka atau risih dengan pemandangan tumpukan rongsokan seperti itu, saya justru berbeda. Saya sangat menikmati keberadaan saya di tengah-tengah benda-benda yang sudah pantas disebut sampah. Ya saya suka dikelilingi ‘sampah’. Ada perasaan senang yang sulit tergambarkan, aneh. Seperti berada di habitat yang tepat, sambil berandai-andai ketika melihat sebuah bangkai mobil yang memang membuat saya tertarik. Mungkin suatu saat akan mempunyai yang seperti ini, pikir saya dalam hati. Tentu yang bisa terpakai dan bisa diajak lalu lalang di bising jalanan.

Tapi tentu tak hanya saya. Bagi pecinta mobil tua atau mobil klasik, tempat seperti itu mungkin seperti surga mini. Ada kebahagiaan, kedamaian, dan ketenangan. Persis seperti seorang gila bola melihat pertandingan bola secara langsung di stadion. Entah apakah itu perbandingan yang cocok. Tapi ini bicara juga masalah kecintaan. Dan seperti kita tahu, cinta kadang sulit dimengerti. Dan seperti itulah mungkin perasaan saya di sekitar rongsokan tersebut. Rongsokan-rongsokan yang membuat saya ingin tidur diatasnya dan seperti merasa tidur di awan.

Melihat dan mendatangi tempat seperti itu juga menunjukkan seni sesungguhnya dari memelihara mobil tua. Sungguh tidak mudah, sulit. Sesulit mencari bagian-bagian yang diperlukan untuk dicopoti, dan kemudian dibawa pulang. Tidak mudah menemukan apa yang kita ingin dalam tumpukan-tumpukan seperti itu. Butuh kesabaran dan ketelitian. Persis halnya dalam merawat mobil tua, sangat persis. Belajar untuk makin mencintai sesuatu dari tumpukan rongsokan adalah keunikan. Siapa tahu dalam sebuah tumpukan rongsokan ada berlian?

Advertisements
Posted in ide

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s