Matador

Selesai sudah pesta Afrika Selatan 2010.

Afrika menahbiskan Spanyol sebagai raja. Di sana, Matador menghabisi nyawa Belanda yang sempurna sejak babak kualifikasi. Adalah sebuah gol Andres Iniesta yang menangisi ribuan manusia berbaju oranye. Gol yang didekasikan untuk Dani Jarque, pemain Spanyol yang meninggal setahun sebelumnya, dan tentu seluruh rakyat Spanyol.

Belanda gagal ketiga kalinya, Spanyol sukses besar di final perdananya. Sekaligus, Matador mengawinkan trofi Piala Eropa yang diambilnya dua tahun lalu di Austria.

Tim Matador memang tampil memesona malam itu, di atas rumput stadion Soccer City di kota Johannesburg. Ratusan juta orang jadi saksi kepiawaian bakat-bakat Spanyol memainkan Jabulani yang meresahkan banyak orang itu. Mereka tegas memainkan identitas mereka, Tiki-taka. Sebuah model permainan sepak bola gaya Spanyol yang memainkan bola dengan umpan dari kaki ke kaki, sabar dan tak terburu-buru. Spanyol pun menjadi tim yang tampil dengan gaya personalnya di tengah tren pragmatisme yang tengah melanda sepak bola dunia.

Spanyol pun tegas membuktikan bahwa piala bisa dibeli dengan sepak bola indah. Tak melulu dengan sepak bola pragmatis yang cenderung negatif dan membosankan. Termasuk Belanda, juga terkena virus pragmatisme. Sepak bola ‘total voetbal’ yang diagung-agungkan mereka tak tampak belakangan ini. Berganti dengan sepak bola yang mengutamakan hasil saja. Bahkan di final, Belanda tegas menunjukkan itu. Buktinya tentu adalah 7 kartu kuning dan sepotong kartu merah untuk Johnny Heitinga.

Lain dari itu, Spanyol memang fantastis. Kalah di partai perdana kala ditekuk Swiss (yang juga memainkan sepak bola negatif), mereka tak terbendung di laga-laga selanjutnya. Menjadi juara grup, Spanyol lalu mengalahkan Portugal di 16 besar. Kemudian Paraguay dan Jerman dipulangkan satu per satu di babak perempatfinal dan semifinal. Puncaknya adalah ketika Iker Cassilas mengangkat trofi Jules Rimet dengan kebanggaan tak terperi, dengan pemandangan bendera Spanyol (dan sebagian Catalan) dikibarkan oleh tangan-tangan fans.

Matador keluar arena dengan gembira, tentu dengan iringan tepuk tangan fans mereka plus pengagum sepak bola indah nan menghibur.

Espana, campeones del mundo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s