Bukan Sekedar Sepakbola

Sebelas Juni 2010, Piala Dunia untuk kesembilan belas kalinya diadakan. Yang menjadi tuan rumah untuk hajatan ketiga di milenium baru ini adalah negara Afrika, Afrika Selatan. Dan inilah kali pertama Piala Dunia dimainkan di benua hitam. Setelah persiapan bertahun-tahun, Afrika Selatan siap menggelar ajang terbesar di dunia tersebut.

Piala Dunia sepak bola punya beragam alasan untuk disebut sebagai ajang terbesar di dunia, mengalahkan gelaran dari bidang kehidupan masyarakat dunia yang lain. Yang jelas, karena Piala Dunia bukan hanya kisah tentang olahraga, atau sepakbola pada khususnya. Piala Dunia lebih dari sekedar tendang-tendangan bola bundar.

Acara empat tahun sekali ini juga menyangkut hal-hal di luar sepakbola. Politik, pariwisata, ekonomi, fashion, dan berbagai kepentingan lain campur baur dalam sebuah gelaran akbar Piala Dunia. Aktor utama tentu saja adalah sang tuan rumah. Tuan rumah yang menggelontorkan dana melimpah untuk sebuah Piala Dunia tentu punya alasan kuat hingga mau menganggarkan dana banyak. Tuan rumah tentu mengharap apa yang dikorbankannya pun ditebus dengan jumlah yang jauh lebih banyak. Dan kenyataan sering berbicara seperti itu. Kebanyakan tuan rumah mencatat surplus besar saat Piala Dunia telah usai. Kedatangan ratusan juta manusia dari berbagai negara di dunia tentu merupakan hal yang mampu menyediakan pendapatan bagi negara. Belum lagi bicara soal aktivitas yang dilakukan para pengunjung Piala Dunia, jumlahnya akan bertambah besar.

Pariwisata yang sebenarnya hanya sampingan pun tetap kebagian jatah berlebih. Orang-orang tentu tak akan datang ke suatu negara hanya untuk sepakbola, meski tujuan utama adalah sepakbola. Tentu ada kegiatan lain yang dilakukan para pendatang demi mengisi waktu di luar waktu pertandingan. Itulah kenapa pariwisata menjadi menguntungkan, karena terjadi simbiosis mutualisme antara pendatang dan pariwisata itu sendiri.

Begitu pula dengan hal lain seperti fashion. Fashion tak lepas dari Piala Dunia, bahkan dari sepakbola modern pada umumnya. Kita tahu di setiap klub atau tim nasional, seragam kini menjadi hal yang lebih penting dibanding masa lampau. Para produsen apparel berlomba-lomba meluncurkan desain terbaiknya untuk sebuah tim. Dan Piala Dunia adalah puncak dari itu semua. Belum lagi fashion di luar seragam sepak bola. Perkembangan fashion dunia pun diuji dalam Piala Dunia, beragam fashion show dan beragam kegiatan lain diadakan bersamaan dengan Piala Dunia, juga di tempat berlangsungnya Piala Dunia tersebut.

Politik menjadi bidang lain yang terbawa arus. Kepentingan-kepentingan politis, baik yang dibawa tuan rumah maupun negara peserta Piala Dunia lain, kerap ikut campur dalam ajang ini. Sejarah banyak bicara soal hal ini. Contohnya adalah ketika Italia juara Piala Dunia 1934 dibawah bayang-bayang ancaman Benito Mussolini yang kala itu sibuk menyebar fasisme ke seluruh dunia. Sebagai ajang yang tersorot dari seluruh belahan dunia, Piala Dunia dirasa pas bagi para elit politik untuk melakukan manuver politik demi kepentingan yang ingin dicapai. Meski hal ini sering dikecam, dengan alasan sepakbola seharusnya tidak dicampur dengan urusan politis, namun hal ini memang tak bisa dihindari.

Di samping beberapa hal diatas tentu ada hal-hal lain yang “berpartisipasi” dalam Piala Dunia. Piala Dunia adalah magnet bagi apapun dan siapapun. Sebagai ajang terbesar di dunia, Piala Dunia memang sanggup untuk membawa dan mengajak seluruh orang di dunia untuk ikut campur, baik hadir langsung di stadion maupun menyimak via layar kaca, baik orang yang suka sepak bola maupun yang tidak, baik urusan yang benar-benar perihal sepakbola maupun urusan yang tidak ada sangkut pautnya dengan sepak bola. Inilah Piala Dunia.

(Kupang, 23 Mei 2010)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s